Rusia Berang Wartawannya Diinjak Polisi AS Saat Liput Demo George Floyd - Waspada

Rusia Berang Wartawannya Diinjak Polisi AS Saat Liput Demo George Floyd

  • Bagikan
Nicole Roussell, wartawan media pemerintah Rusia, Sputnik, yang menjadi korban kekerasan polisi AS saat meliput demonstrasi kematian George Floyd. Russia Today

MOSKOW, Rusia (Waspada): Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia marah besar saat mengetahui wartawannya mengalami Tindakan kekerasan dari polisi Amerika Serikat saat meliput demonstrasi kematian George Floyd.

Dilansir AFP, Rabu (3/6/2020), Kemenlu Rusia menuntut agar AS ‘mengambil tindakan segera’ untuk menghentikan kekerasan polisi terhadap wartawan.

“Kami marah atas kekerasan yang sedang berlangsung yang digunakan oleh penegak hukum Amerika terhadap media internasional yang meliput protes di AS, termasuk Rusia,” kata Kemenlu Rusia dalam pernyataannya.

Pemerintah Rusia mengatakan bahwa seorang produser yang bekerja untuk media pemerintah Sputnik, Nicole Roussell, terluka saat meliput aksi demonstrasi George Floyd di Washington DC. Polisi AS menembakkan peluru karet dan sebuah granat untuk membubarkan aksi protes di sana.

Kemenlu Rusia mengatakan, Roussell menderita ‘banyak luka-luka, termasuk serangan dari senjata api,’ dan kemudian diinjak oleh seorang perwira.

Pihak Kemenlu Rusia mengutuk tindakan ini sebagai ‘tindakan tidak ramah oleh otoritas AS’. “Kekejaman yang keterlaluan dan ilegal terjadi tepat di luar Gedung Putih,”tambahnya.

Sejumlah insiden yang melibatkan kekerasan polisi terhadap wartawan – selama siaran langsung – telah terjadi saat aksi protes yang mengguncang Amerika Serikat usai kematian George Floyd di tangan polisi yang menangkapnya pada Senin (28/5) lalu.

Jerman sebelumnya juga mendesak AS untuk melindungi kebebasan pers usai seorang jurnalis yang bekerja di media Jerman, Deutsche Welle dilaporkan ditembak oleh polisi. (afp/m11)

 

  • Bagikan