Ruangan Khusus Difabel Kini Tersedia Di Masjidil Haram - Waspada

Ruangan Khusus Difabel Kini Tersedia Di Masjidil Haram

  • Bagikan
Ruangan khusus penyandang difabel kini memiliki ruangan khusus di Masjidil haram seiring proyek perluasan masjid tahap ketiga di Arab Saudi. Riyadh Daily

MAKKAH, Arab Saudi (Waspada): Departemen Umum Urusan Penyandang Disabilitas telah mengalokasikan tempat shalat bagi penyandang disabilitas pada perluasan masjid tahap ketiga di Arab Saudi.

Dilansir laman Alriyadh Daily, Senin (19/4/2021), perluasan masjid bertepatan dengan Ramadhan, sejalan dengan rencana kepresidenan yang mengalokasikan ekspansi ketiga Saudi untuk tempat shalat.

Direktur Jenderal Departemen Umum Urusan Penyandang Disabilitas Faisal Al-Judi mengatakan bahwa departemen mengawasi semua layanan yang diberikan kepada penyandang disabilitas.

Dia menegaskan  Presiden Jenderal Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Sheikh Abdulrahman Al-Sudais memberikan dukungan langsung, baik  perhatian dan kepedulian  pelayanan terbaik bagi penyandang disabilitas.

Dilansir laman The Holy Mosque, proyek perluasan Saudi ketiga mencakup sejumlah elemen penting, terutama penambahan gedung baru di Masjidil Haram dari utara, yang secara arsitektural berorientasi ke arah Ka’bah.

Pembangunan perluasan gedung dilakukan dengan total luas bangunan untuk  300 ribu tempat shalat, tiga lantai dengan lima tingkat hingga ke lantai atap, dengan basement yang sedang dibangun untuk infrastruktur kelistrikan dan mekanik serta berbagai departemen.

Desain fasad dan konstruksi mempertahankan karakter arsitektural Haramand juga dipertimbangkan. Perluasan baru mencakup 188 pintu utama dan cabang.

Bagian ini dirancang dengan spesifikasi berkualitas tinggi yang memungkinkannya bertahan selama lebih dari 120 tahun, yang semuanya dapat dibuka dan ditutup dengan mudah sesuai dengan visi pengelolaan kerumunan melalui kontrol otomatis.

Gerbang utama, dengan lebar 59 meter dengan dua menara menjulang setinggi 137 meter, serta dua menara serupa untuk fasad timur dan barat. Konsep desain didasarkan pada pembuatan mushola dan koridor lalu lintas berdasarkan desain struktural dengan mengadopsi ide mendesain bangunan secara melingkar, penerangan alami, berpusat di Kakbah, dikelilingi ruang-ruang konstruksi yang besar. (alriyadh daily/m11)

  • Bagikan