Waspada
Waspada » Rekor Baru, India 3.700 Kematian Sehari
Internasional

Rekor Baru, India 3.700 Kematian Sehari

Jenazah seorang penderita corona di Rumah Sakit Nayak Jai Prakash, New Delhi, India, diabaikan begitu saja sebelum dibawa menuju pemakaman. India kewalahan menghadapi badai corona. Reuters

NEW DELHI, India (Waspada): Penambahan harian kasus kematian akibat Covid-19 di India, Rabu (5/4/2021), kembali melonjak, pecahkan rekor baru. Sebanyak 3.780 orang meninggal dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian jumlah total kasus kematian akibat virus corona di negara itu mencapai 226.188 orang.

India juga melaporkan penambahan kasus infeksi harian yakni 382.315 penderita pada Rabu, naik dibandingkan laporan pada Selasa. Namun angka itu masih di bawah rekor tertinggi yakni menembus 400.000 orang pada 1 Mei lalu.

Secara total kasus infeksi Covid-19 di India mencapai 20.665.148 orang, dihitung sejak awal pandemi, dengan kasus aktif saat ini 3.487.229 orang.  India menjadi negara kedua di dunia yang mencapai 20 juta kasus infeksi setelah Amerika Serikat.

Sebelumnya tim penasihat pemerintah menyatakan, hasil pemodelan matematika, puncak kasus infeksi virus corona di India akan terjadi pada 3 sampai 5 Mei 2021.

Kepala tim penasihat pemerintah M Vidyasagar mengatakan, kasus infeksi di India diperkirakan akan turun mulai 7 Mei atau pada akhir pekan ini.

“Jika Anda melihat negara secara keseluruhan, prediksi kami mungkin terjadi penurunan pada akhir pekan ini, yaitu sekitar 7 Mei. Kasus seharusnya mulai menurun, tapi setiap negara bagian akan mencapai puncaknya pada waktu berbeda. Total nasional dan kumulatif berada di puncaknya sekarang, atau sangat dengannya,” katanya, kepada India Today TV.

Jika prediksi tersebut benar, ini sangat melegakan bagi India karena segera melewati puncak gelombang kedua wabah Covid-19. Lonjakan kasus virus corona di India menyebabkan rumah sakit kehabisan tempat tidur dan oksigen serta membuat kamar mayat dan krematorium kewalahan.

Banyak orang meninggal di ambulans dan tempat parkir rumah sakit saat antre menunggu perawatan. Pemerintah India menyatakan sebenarnya ada cukup oksigen namun distribusi terhalang oleh masalah transportasi.

Perdana Menteri Narendra Modi menuai banyak kritik karena dianggap lamban menekan gelombang kedua wabah. Festival keagamaan di Sungai Gangga serta kampanye politik menarik jutaan orang, menyebabkan penyebaran virus semakin masif.

Oposisi India menyerukan lockdown total, namun pemerintah enggan memberlakukannya karena khawatir dengan dampak ekonomi. Meski demikian beberapa negara bagian telah memberlakukan pembatasan sosial. (india today/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2