Waspada
Waspada » Rekor, 2.569 Korban Corona Meninggal Di AS Dalam Sehari
Internasional

Rekor, 2.569 Korban Corona Meninggal Di AS Dalam Sehari

Petugas Medis Pemadam kebakaran New York membawa seorang pasien yang mengalami sesak nafas dan dicirigai terinfeksi virus corona. Reuters

WASHINGTON, AS (Waspada): Jumlah korban tewas oleh virus corona dalam 24 jam terakhir di Amerika Serikat (AS) terus bertambah dan mencapai rekor baru yakni mendekati 2.600 orang pada Kamis (16/4/2020) WIB.

Data yang dirilis Universitas Johns Hopkins mengungkap, sepanjang Rabu waktu setempat, 2.569 orang di AS meninggal, rekor penambahan jumlah kasus kematian harian tertinggi sejak wabah berlangsung di Negeri Paman Sam.

Sehari sebelumnya, Selasa (14/2020), jumlah kematian di AS juga mencapai rekor yakni 2.228 orang. Artinya dalam 2 hari berturut-turut terjadi lonjakan tertinggi jumlah kasus kematian.

Dengan demikian jumlah total kasus kematian hingga Kamis malam WIB berjumlah 28.554 orang, mengukuhkan AS sebagai negara dengan jumlah korban meninggal tertinggi. Jumlah kasus terinfeksi di AS juga bertamba menjadi 636.350 orang.

Meskipun kasus kematian akibat Covid-19 mencapai rekor tertinggi, Presiden Donald Trump tetap berencana mengumumkan pencabutan pembatasan sosial di negara bagian yang tak terlalu terdampak, sehingga aktivitas ekonomi di sana bisa kembali normal.

Singapura Konfirmasi 447 Kasus Dalam Sehari

Sementara itu, Singapura mengonfirmasi penambahan harian kasus baru virus corona yakni mencapai 447 penderita per hari pada Rabu (15/4/2020). Ini merupakan rekor tertinggi penambahan harian di Singapura. Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Singapura menjadi 3.699 hingga Rabu sore, seperti dikutip dari The Straits Times, Kamis (16/4/2020).

Otoritas kesehatan Singapura juga mengonfirmasi 41 kasus pasien virus corona sembuh sehingga keseluruhan menjadi 652. Pertambahan signifikan kasus baru corona didominasi dari asrama pekerja migran. Tercatat sebanyak 404 dari total 447 kasus melibatkan penghuni asrama.

Dengan kasus yang dilaporkan pada Rabu, hingga saat ini setidaknya 1.800 orang terinfeksi Covid-19 terkait dengan asrama pekerja migran atau hampir setengah dari total kasus di Singapura. Tidak ada kasus virus corona impor di Singapura sejak 10 April, sejalan dengan pemberhentian akses masuk bagi pendatang asing. (afp/new straits times/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2