Waspada
Waspada » Rebutan Makanan Dan Uang, 20 Perempuan dan Anak-Anak Tewas Terinjak-injak
Internasional

Rebutan Makanan Dan Uang, 20 Perempuan dan Anak-Anak Tewas Terinjak-injak

Setidaknya 20 perempuan dan anak tewas terinjak-injak dalam kericuhan penyaluran bantuan di Niger. AFP

NIAMEY, Niger (Waspada): Sedikitnya 20 orang yang terdiri dari 15 perempuan dewasa dan lima anak-anak meninggal saat berebut makanan dan uang di Niger, Senin (17/2/2020) waktu setempat.

Mereka terinjak-injak saat kericuhan pemberian bantuan makanan dan uang bagi para pengungsi konflik di Gedung Pusat Kebudayaan dan Kepemudaan (MJC) Kota Diffa. Di kota tersebut ada sekitar 250.000 pengungsi dari berbagai wilayah Niger maupun korban konflik dari luar negeri.

“Sangat disayangkan, 15 perempuan dan lima anak meninggal dalam peristiwa ini,” kata Gubernur Diffa, Issa Lemine, dikutip dari AFP, Selasa (18/2/2020). Selain itu ada 10 orang lainnya yang mengalami luka.

Bantuan itu merupakan sumbangan Gubernur Negara Bagian Borno di Nigeria, Babagana Umara Zulum. Dia datang ke wilayah itu untuk mengunjungi kamp-kamp pengungsi. Saat kerusuhan pecah, dia sudah meninggalkan Diffa.

Bantuan yang diberikan adalah makanan siap santap, minyak goreng serta pakaian dan uang tunai. Seorang relawan yang menyalurkan bantuan mengatakan, kerusuhan terjadi setelah kelompok pertama mendapatkan bantuan. Orang-orang yang berada di belakang berusaha masuk hingga terjadi kepadatan di dalam.

“Ribuan orang berada di halaman MJC dan di sekitarnya. Setelah orang pertama menerima bantuan, kerumunan mulai bersemangat, panitia kewalahan dan peristiwa ini pun terjadi, perempuan, anak-anak dan yang lainnya mulai mendorong,” kata dia. Akibatnya, kelompok yang lemah seperti perempuan dan anak-anak berjatuhan ke tanah hingga terinjak-injak.

Niger berbatasan langsung dengan Nigeria dan Chad. Tiga negara itu berulang kali menjadi target serangan kelompok Boko Haram sejak 2015. Data PBB hingga Oktober 2019 mengungkap, Niger menampung hampir 150.000 pengungsi dari Nigeria dan 109.000 warga lokal.(afp/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2