Ratusan Mayat Pasien Corona Bermunculan Di Sungai Gangga - Waspada
banner 325x300

Ratusan Mayat Pasien Corona Bermunculan Di Sungai Gangga

  • Bagikan
Sejumlah petugas kebersihan mengevakuasi mayat-mayat pasien corona yang dibuang ke Sungai Gangga, di wilayah Allahabad, India, 25 Juni lalu. AFP

NEW DELHI, India (Waspada): Ratusan jenazah yang diduga pasien Covid-19 bermunculan di Sungai Gangga, India, seiring naiknya permukaan air. Mayat-mayat itu bermunculan setelah pasir di tepian sungai Gangga hanyut terbawa arus.

Dikutip AFP, Minggu (27/6/2021), di kota Prayagraj, negara bagian Uttar Pradesh, mayat-mayat yang bermunculan itu kemudian dikremasi. Neeraj Kumar Singh pejabat sipil setempat mengatakan, dia mengkremasi 40 mayat seperti itu dalam 24 jam terakhir.

Kemudian di kota Allahabad dalam tiga minggu terakhir total ada 150 jenazah yang harus dia kremasi. “Kami tidak menggali jenazah, hanya yang mengambang karena naiknya permukaan air yang dikremasi,” katanya.

“Area itu tersebar lebih dari satu kilometer dan perkiraan kami ada sekitar 500-600 mayat yang terkubur,” kata Singh kepada AFP. Beberapa mayat dilaporkan tampak masih memakai selang oksigen di mulutnya.

Singh menduga, tampaknya orang tersebut sakit sebelum meninggal. “Anda dapat melihat orang itu sakit, dan keluarga membuangnya di sini lalu pergi.” “Mungkin mereka takut, saya tidak tahu,” kata Singh.

Tidak semua mayat membusuk. Kondisi beberapa di antaranya mengindikasikan baru dikubur, tambahnya. Sebagian besar jenazah diyakini adalah pasien virus corona yang meninggal pada April dan Mei ketika India dilanda lonjakan kasus Covid-19.

Beberapa keluarga tidak mampu membeli kayu bakar untuk kremasi tradisional Hindu, sehingga jenazah dibenamkan di Sungai Gangga atau dikubur di gundukan pasir tepi sungai.

Permukaan air sungai suci itu sekarang naik karena hujan musiman, yang menghanyutkan pasir sehingga mayat-mayat pun terlihat.

Banyaknya jenazah yang bermunculan memicu kecurigaan bahwa total kematian pasien Covid-19 di India mungkin lebih dari satu juta, beberapa kali lipat dari jumlah resmi yang hampir 400.000. (afp/ndtv/m11)

  • Bagikan