Ratu Inggris Batalkan Pesta Ultah Karena Pandemi - Waspada

Ratu Inggris Batalkan Pesta Ultah Karena Pandemi

  • Bagikan
Ratu Inggris Elizabeth II mengajak rakyat bersatu melawan pandemi virus corona. The Guardian

LONDON, Inggris (Waspada): Untuk pertama kalinya dalam 68 tahun, Ratu Elizabeth II tak merayakan pesta ulang tahun dengan tradisi tembakan meriam kehormatan.

Berdasarkan keterangan sumber internal istana, Ratu merasa dia tidak pantas untuk merayakannya di tengah pandemi virus corona. Istana diprediksi merayakan ulang tahun Ratu Elizabeth II ke-94 pada 21 April di media sosial, dengan percakapan video atau telepon dengan anggota keluarga bakal dirahasiakan.

                                             

Seperti dilansir CNN, Sabtu (18/4/2020), Trooping the Colour, parade tradisional yang digelar pada pertengahan Juni juga untuk merayakan ulang tahun Ratu bakal ditiadakan.

Tradisi perayaan bagi pemimpin monarki Inggris itu pertama kali dilaksanakan di era Raja George II, 1748 silam. Ratu yang juga panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Inggris nantinya berkesempatan untuk melakukan pemeriksaan pasukan kehormatan.

Parade tersebut biasanya digelar dari Istana Buckingham hingga ke Mall dengan Parade Pasukan Berkuda, dengan anggota kerajaan menaiki kuda atau di kereta. Tahun lalu, perayaan itu dimeriahkan oleh lebih dari 200 kuda, 400 musisi, dan sekitar 1.400 petugas Kerajaan Inggris.

Sumber istana menerangkan, sejauh ini belum ada rencana alternatif untuk merayakan ulang tahun Ratu Elizabeth II di tengah wabah virus corona. Ratu yang berkuasa sejak 6 Februari 1952 itu dalam sebuah momen langka tampil di televisi, dan menyerukan persatuan untuk menghadapi pandemi.

Hingga Minggu WIB, Inggris sudah mengumumkan 114.217 kasus penularan Covid-19, dengan setidaknya 15.464 meninggal. Perdana Menteri Boris Johnson termasuk salah satu pasien positif, di mana kondisinya dilaporkan sempat memburuk pada 6 April. Dia kemudian diizinkan pulang dari rumah sakit pada 12 April. Selain Johnson, Pangeran Charles juga terpapar virus corona. (cnn/And)

 

  • Bagikan