Waspada
Waspada » Puluhan Orang Di Turki Tewas Akibat Minum Miras Oplosan
Internasional

Puluhan Orang Di Turki Tewas Akibat Minum Miras Oplosan

ISTANBUL, Turki (Waspada): Puluhan orang tewas dalam waktu kurang dari sepekan ini akibat mengonsumsi miras oplosan di Turki.

Produksi minuman keras secara klandestin alias diam-diam meningkat di negara itu setelah pemerintah menerapkan pajak yang tinggi atas minuman beralkohol.

Televisi TRT yang dikelola Pemerintah Turki pada Rabu (14/10/2020) melaporkan, sedikitnya 44 pengonsumsi miras tewas sejak Jumat pekan lalu di delapan provinsi termasuk di Istanbul.

Sementara, 30 peminum lainnya yang masih hidup dilarikan ke rumah sakit. Polisi juga telah menangkap 58 orang yang diduga membuat atau meracik miras oplosan.

Media Turki melaporkan dalam beberapa hari terakhir ada banyak kasus orang keracunan setelah mengonsumsi minuman keras yang diproduksi secara ilegal. Miras itu sering dicampur dengan metanol, sehingga menyebabkan penyakit serius termasuk kebutaan permanen bagi yang meminumnya.

Praktik pembuatan dan konsumsi miras semacam itu telah menyebar dalam beberapa tahun terakhir, seiring terus meningkatnya pajak untuk alkohol. Sejak Partai AKP pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan berkuasa 18 tahun lalu, harga minuman beralkohol khas Turki, raki, terus melonjak.

Pada 2002, sebotol raki 700 ml (dengan kadar alkohol 45 persen) dihargai 8 lira Turki. Hari ini, harga minuman haram itu sekitar 170 lira Turki (Rp317.000) per botol.

Media Barat menuliskan, Erdogan adalah seorang Muslim yang taat dan telah berulang kali menentang konsumsi alkohol dan tembakau. Sikapnya tersebut kerap membuat Erdogan dituduh oleh lawan-lawannya bahwa dia sedang berusaha “mengislamkan” masyarakat Turki.

Pada 2013, pemerintahnya mengeluarkan undang-undang yang membatasi jam penjualan alkohol. Erdogan sering menyarankan rakyatnya untuk minum ayran—minuman tradisional Turki lainnya yang terbuat dari yogurt—daripada raki. (afp/m11)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2