Waspada
Waspada » Protes PM Modi Dan UU Kontroversial, Puluhan Ribu Petani Serbu New Delhi
Internasional

Protes PM Modi Dan UU Kontroversial, Puluhan Ribu Petani Serbu New Delhi

Sejumlah petani, yang sebagian besar merupakan para Sikh, melambaikan bendera keagamaan di depan monument Benteng Merah guna memprotes UU pertanian yang kontroversial. AP

NEW DELHI, India (Waspada): Puluhan ribu petani yang marah memprotes Perdana Menteri Narendra Modi terkait Undang-Undang baru yang dapat menghancurkan pendapatan petani skala kecil.

Melansir Associated Press, Rabu (27/1/2021) mereka mengendarai traktor sehingga membentuk antrean panjang ke ibu kota India, menerobos barikade polisi, menerjang gas air mata dan menyerbu Benteng Merah bersejarah saat negara itu merayakan Hari Republik.

Selama hampir 2 bulan terakhir, para petani telah melakukan protes yang sebagian besar damai. Protes damai itu menuntut pencabutan Undang-Undang baru yang menurut mereka akan menguntungkan perusahaan pertanian besar dan menghancurkan pendapatan petani skala kecil.

Undang-undang yang kontroversial telah memperburuk kebencian yang ada di antara petani, yang telah lama dipandang sebagai jantung dan jiwa India. Tetapi sering mengeluh karena diabaikan oleh pemerintah.

Protes mereka mengguncang pemerintah karena membentuk blok suara paling berpengaruh di India dan juga penting bagi perekonomian.

“Kami ingin menunjukkan kepada Modi kekuatan kami,” kata Satpal Singh, seorang petani yang mengendarai traktor ke ibu kota bersama lima anggota keluarganya. “Kami tidak akan menyerah.”

Polisi mengatakan seorang pedemo tewas setelah traktornya terbalik, tetapi para petani mengatakan dia ditembak. Beberapa pemrotes berlumuran darah terlihat di tayangan televisi.

Pemerintah bersikeras bahwa UU reformasi pertanian yang disahkan oleh Parlemen pada September tahun lalu akan menguntungkan petani dan meningkatkan produksi melalui investasi swasta.

Tetapi para petani khawatir hal itu akan meninggalkan mereka yang memiliki plot kecil di belakang ketika perusahaan besar menang. Pemerintah telah menawarkan untuk mengubah UU dan menangguhkan penerapannya selama 18 bulan.

Tetapi para petani bersikeras bahwa mereka hanya akan menerima pencabutan total UU dan berencana untuk berjalan kaki ke Parlemen pada 1 Februari. Petani adalah kalangan terbaru yang merusak citra Modi tentang dominasi yang tak tergoyahkan dalam politik India.

Sejak kembali berkuasa untuk masa jabatan kedua, pemerintahan Modi diguncang oleh beberapa gangguan. Ekonomi merosot, perselisihan sosial meluas, protes juga meletus terhadap UU yang beberapa dianggap diskriminatif.

Pemerintahannya pun telah ditanyai atas respons mereka terhadap pandemi virus corona. Pihak Modi sendiri selalu menganggap ketakutan para petani sebagai sesuatu yang tidak berdasar dan berulang kali menuduh partai oposisi telah membuat marah mereka dengan menyebarkan rumor.

Protes itu membayangi perayaan Hari Republik, di mana Modi mengawasi parade tradisional mewah di sepanjang jalan raya Rajpath yang menampilkan kekuatan militer negara dan keragaman budaya. (ap/dw/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2