Waspada
Waspada » Pria Tertua Dunia Meninggal Di Usia 116 Tahun
Internasional

Pria Tertua Dunia Meninggal Di Usia 116 Tahun

Fredie Blom, pria yang diyakini sebagai pria tertua di dunia ini meninggal di usia 116 tahun. Semasa hidupnya, ia merupakan seorang perokok berat. TSA

CAPE TOWN, Afrika Selatan (Waspada): Pria yang disebut tertua di dunia secara tak resmi, meninggal pada usia 116 tahun atau tiga bulan setelah merayakan ulang tahunnya.

Dikutip dari Daily Mail Senin (24/8/2020), Fredie Blom lahir pada 8 Mei 1904 di Afrika Selatan. Ia berkata bisa “hidup selama ini karena karunia Tuhan”, saat merayakan ulang tahunnya yang ke-116. Di hari spesialnya itu.

Dia juga sempat mengeluh ke media lokal, bahwa lockdown di Afrika Selatan membuatnya susah membeli tembakau untuk melinting rokoknya sendiri. Padahal, itu satu-satunya yang dia inginkan saat merayakan ulang tahun yang ternyata menjadi perayaan terakhirnya.

Afrika Selatan melarang pembelian alkohol dan rokok selama lockdown untuk mengurangi pasien rumah sakit, akibat kekerasan terkait minuman keras yang sering terjadi di jalanan Afsel.

Blom adalah satu-satunya yang selamat di keluarganya ketika mereka diterpa wabah Flu Spanyol pada 1918. Media-media Afsel menyebutnya pria tertua di dunia, tapi klaim itu tidak resmi.

Saat ini pria tertua di dunia yang tercatat secara resmi di Guinness World Records adalah Bob Weighton. Bob juga belum lama mengembuskan napas terakhirnya pada Mei 2020 di usia 112 tahun.

Setelah kematian keluarganya Blom melanjutkan hidup untuk membesarkan 3 anak dari istrinya selama 46 tahun. Ia kemudian menjadi kakek dari 5 cucu. “Dua minggu lalu oupa (kakek) masih memotong kayu,” kata juru bicara keluarga Andre Naidoo, seraya mengingat lelaki tua itu masih sanggup mengangkat palu seberat hampir 2 kg.

“Dia orang kuat, penuh kebanggaan,” tambahnya dikutip dari Daily Mail. Namun dalam 3 hari belakangan ini, keluarganya melihat Blom menyusut “dari orang kuat ke lemah”.

Blom berhenti ke dokter sejak dua tahun lalu karena sudah lelah terus disuntik. Ia lahir di kota pedesaan Adelaide, dekat pegunungan Great Winterberg di provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan. Blom lalu meninggal di Rumah Sakit Tygerberg, Cape Town.

“Kematiannya sama sekali bukan karena Covid-19, ini kematian alami yang normal,” kata Naidoo merujuk pada pandemi virus corona yang masih melanda dunia. (daily mail/afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2