Waspada
Waspada » Pria Di India Meninggal Di Luar RS Karena Tak Mampu Membayar Rp977 Untuk Pendaftaran
Internasional

Pria Di India Meninggal Di Luar RS Karena Tak Mampu Membayar Rp977 Untuk Pendaftaran

Aarti bersama jenazah suaminya, Sunil Rajak, yang meninggal setelah ditolak masuk rumah sakit karena tak mempu membayar Rp977 sebagai biaya pendaftaran. Times of India

NEW DELHI, India (Waspada): Seorang pria di Kota Guna, Madhya Pradesh, India, meninggal di luar rumah sakit karena istrinya tak punya uang untuk mengurus biaya masuk. Lelaki bernama Sunil Rajak itu terbaring di bawah pohon selama 12 jam.

Dikutip dari Gulf News Minggu (26/7/2020), saat itu istrinya bahkan tak mempunyai uang sebesar 5 rupee (sekitar Rp977) sebagai biaya masuk RS. Media setempat melaporkan istri Rajak, Aarti, menuturkan tak ada yang membantunya setelah suaminya meninggal.

Baru setelah satu jam menunggu, ada orang yang bersedia membantu untuk mengurus jenazah Rajak. Aarti mengungkapkan kejadian itu berlangsung pada 22 Juli lalu.

Saat itu Rajak jatuh sakit dan Aarti segera membaringkannya di bawah pohon sementara dia mengurus biaya masuk.

“Saya segera masuk ke dalam (RS) dan ada seseorang di dalam konter yang memberi tahu saya untuk membayar parcha (biaya masuk),” kata Aarti.

Dia kemudian menyatakan bahwa suaminya masih bernapas dan butuh pertolongan segera. Namun tidak ada yang datang menolong mereka.

“Bahkan setelah dia meninggal, saya terus menunggu selama satu jam sebelum akhirnya ada orang yang bersedia membantu,” lanjutnya lirih.

Mantan Menteri Utama Madhya Pradesh, Kamal Nath, melalui akun Twitter-nya menyampaikan kegusaran atas peristiwa yang terjadi di Guna.

Dia mengomentari bagaimana Aarti saat itu berjuang menyelamatkan suaminya sembari menggendong anaknya ketika meminta pertolongan.

“Dia tidak tertangani karena tidak punya 5 rupee untuk membayar uang masuk. Dia kemudian meninggal di depan istrinya,” kecam Nath.

Media setempat sempat mengutip keterangan pejabat lokal, mendapatkan tanda masuk di rumah sakit milik pemerintah adalah gratis.

Namun Aarti mengklaim bahwa ketika dia masuk, ada seseorang yang langsung memintanya membayar. Jadi, dia terpaksa harus kembali untuk mendapatkannya.

Pemerintahan Guna menyatakan, mereka sudah memerintahkan aparat untuk menggelar penyelidikan atas insiden ini. (gilf news/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2