Waspada
Waspada » Presidennya Takabur, Kasus Covid-19 Di Brasil Melejit
Internasional

Presidennya Takabur, Kasus Covid-19 Di Brasil Melejit

Pemakaman korban virus corona di Brasil. NBC News

BRASILIA, Brasil (Waspada): Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan 4.588 kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) dan 275 kasus kematian akibat wabah itu selama 24 jam terakhir. Dengan demikian, total kasus infeksi corona yang dikonfirmasi di negara itu kini sudah lebih dari 101.147.

Sementara, total kasus kematian akibat Covid-19 yang dikonfirmasi di Brasil sejauh ini adalah 7.025 jiwa. Jumlah kasus infeksi meningkat sekitar 5 persen pada Minggu (3/5/2020) dibandingkan dengan hari sebelumnya. Jumlah kematian juga meningkat sekitar 4 persen.

Sebelumnya, Presiden Brasil Jair Bolsonaro memecat menteri kesehatannya setelah berselisih paham soal cara memerangi virus corona.

Sang presiden juga menyerukan negara-negara bagian segera mengakhiri kebijakan pembatasan sosial dan perintah untuk tetap tinggal di rumah kepada warga. Dia menganggap langkah-langkah semacam itu hanya merugikan perekonomian Brasil.

Bolsonaro yang keras kepala itu menganggap enteng virus corona sebagai “flu ringan” biasa dan mengkritik gubernur-gubernur negara bagian karena memaksakan pembatasan sosial. Padahal, kebijakan tersebut didukung oleh para ahli kesehatan di negara Amerika Latin itu, termasuk menteri kesehatan yang telah dipecat Bolsonaro, Luiz Henrique Mandetta.

Dalam pidato yang disiarkan televisi dan disambut dengan protes keras di beberapa kota besar, Bolsonaro menyebut Mandetta tidak sepenuhnya menghargai urgensi untuk melindungi mata pencarian masyarakat. Dia pun menyerukan agar bisnis-bisnis di Brasil segera beroperasi kembali.

“Kita harus kembali normal, tidak secepat mungkin, tetapi kita harus mulai memiliki fleksibilitas,” kata Bolsonaro. Menurut dia, pemerintah tidak dapat memberikan bantuan darurat untuk orang miskin lebih lama lagi.

Gawatnya lagi, Bolsonaro pada Selasa (28/4/2020) lalu melontarkan kata-kata seolah tidak peduli dengan jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di negaranya saat itu sudah menembus 5.000 orang.

So what?” kata Bolsonaro, saat ditanya oleh wartawan mengenai pendapatnya soal jumlah korban yang telah melampuai kasus kematian di China tersebut. Dua kata sederhana itu langsung memicu kemarahan warga Brasil. Negara itu merupakan yang terparah di Amerika Latin akibat wabah virus corona. (afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2