Waspada
Waspada » Polisi Pembunuh George Floyd Bebas Dengan Jaminan Rp14 Miliar
Internasional

Polisi Pembunuh George Floyd Bebas Dengan Jaminan Rp14 Miliar

Derek Chauvin yang didakwa atas kasus pembunuhan George Floyd dibebaskan dari penjara dengan jaminan sebesar US$1 juta. Metro.

WASHINGTON, AS (Waspada): Mantan anggota polisi AS yang didakwa atas kasus pembunuhan pria kulit hitam tak bersenjata George Floyd dibebaskan dari penjara dengan jaminan.

Derek Chauvin membayar jaminan US$1 juta (sekitar Rp14,7 miliar) dan dibebaskan pada Rabu pagi, seperti ditunjukkan catatan pengadilan, dilansir BBC, Kamis (8/10/2020).

Petugas kulit putih itu direkam sedang menekan lututnya di leher Floyd selama hampir delapan menit sebelum dia meninggal pada 25 Mei lalu. Kematian Floyd menyebabkan unjuk rasa global dan seruan untuk reformasi kepolisian, didorong oleh gerakan Black Lives Matter.

Chauvin dipecat dari pekerjaannya dan sekarang menunggu persidangan pada Maret tahun depan atas tuduhan pembunuhan tingkat dua dan pembunuhan. Tiga petugas polisi lainnya – J Alexander Kueng, Thomas Lane dan Tou Thao – juga dipecat dan dituduh membantu dan bersekongkol atas aksi pembunuhan.

Keempat petugas yang dituduh sehubungan dengan pembunuhan Floyd di Minneapolis, Minnesota, kini telah mengirimkan uang jaminan dan bebas sampai persidangan mereka tahun depan. Chauvin telah berada di penjara berkeamanan tinggi di Oak Park Heights, Minnesota, sejak akhir Mei.

Pada Juni, hakim menetapkan uang jaminan sebesar US$1,25 juta tanpa prasyarat, atau US$1 juta dengan ketentuan yang mencakup Chauvin tidak menghubungi keluarga Floyd, menyerahkan senjatanya dan tidak bekerja dalam penegakan hukum atau keamanan saat menunggu persidangan.

Chauvin dibebaskan dengan jaminan bersyarat, yang menurut catatan pengadilan dijamin oleh lembaga obligasi jaminan, seperti dilaporlan CBS Minnesota.

Di AS, agen obligasi jaminan berjanji untuk membayar kepada pihak berwenang jumlah jaminan penuh untuk terdakwa jika mereka tidak mampu melakukannya atau gagal hadir di pengadilan.

Ben Crump, seorang pengacara hak sipil yang mewakili keluarga Floyd, mengatakan pembebasan Chauvin dengan jaminan adalah “pengingat yang menyakitkan” bahwa “kita masih jauh dari mencapai keadilan untuk George”.

“Meskipun George Floyd tidak mendapatkan keadilan dalam hidup, kami tidak akan berhenti sampai dia diberikan keadilan penuh dalam kematian,” ujar Crump.

Saat ini, keempat tersangka dijadwalkan untuk menghadapi persidangan bersama pada Maret, tetapi hakim sedang mempertimbangkan untuk mengadili mereka secara terpisah.

Insiden yang menyebabkan penuntutan mereka menyoroti luka mendalam atas ketidaksetaraan rasial di AS. Demo Black Lives Matter – beberapa di antaranya berubah menjadi kekerasan – menjadi isu politik sentral menjelang pemilihan presiden pada November di AS. (bbc/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2