Waspada
Waspada » PM Muhyiddin Jadi Penerima Vaksin Covid-19 Pertama Di Malaysia
Internasional

PM Muhyiddin Jadi Penerima Vaksin Covid-19 Pertama Di Malaysia

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menjadi orang pertama di Malaysia yang menerima suntikan vaksin Covid-19, Rabu (24/2021). Straits Times

KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menjadi orang pertama di Malaysia yang menerima suntikan vaksin Covid-19, Rabu (24/2021).

Penyuntikan itu berlangsung di saat Negeri Jiran mulai meluncurkan kampanye vaksinasi nasional dua hari lebih cepat dari yang dijadwalkan. Muhyiddin menerima dosis pertama vaksin Pfizer di sebuah klinik umum di kota pusat pemerintahan Malaysia, Putrajaya.

Malaysia awalnya berencana untuk memulai vaksinasi massal pada Jumat (26/2/2021). Akan tetapi, karena vaksin tiba lebih cepat dari jadwal pada Minggu (21/2/2021) lalu, pihak berwenang di sana mengajukan percepatan jadwal vaksinasi.

Menurut perkiraan, program vaksinasi di negara itu bakal berlangsung hingga satu tahun. Malaysia menargetkan inokulasi terhadap 83 persen dari total 33 juta jiwa penduduknya.

Selama fase pertama yang berlangsung hingga bulan depan, vaksinasi menyasar kelompok prioritas seperti petugas kesehatan garis depan. Sementara, fase kedua akan menyasar kelompok berisiko seperti orang-orang dengan penyakit bawaan tertentu, serta penduduk yang berusia di atas 65 tahun (lansia).

Di luar kelompok yang telah disebutkan tadi, Malaysia rencananya mulai memberikan vaksin corona kepada masyarakat umum mulai Mei.

Semua vaksin akan disediakan secara gratis, termasuk untuk para pekerja asing, ekspatriat, pengungsi, dan bahkan imigran yang tidak memiliki dokumen perjalanan sekalipun.

Vaksin gelombang pertama dari Pfizer-BioNTech (vaksin hasil kolaborasi Amerika Serikat-Jerman) terdiri atas 312.390 dosis yang tiba di Malaysia Minggu lalu. Selanjutnya, 182.520 dosis lagi dijadwalkan tiba pada Rabu (24/2/2021) ini.

Malaysia telah menandatangani kesepakatan untuk membeli total 25 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech. Jumlah dosis itu mencakup vaksinasi untuk 39 persen dari total penduduk negara itu.

Malaysia juga telah memesan total 6,4 juta dosis dari perusahaan farmasi Inggris-Swedia, AstraZeneca. Selain itu, Kuala Lumpur juga menandatangani kesepakatan pembelian 12 juta dosis dari Sinovac China, serta 6,4 juta dosis vaksin Sputnik V buatan Rusia.

Pihak berwenang Malaysia menyatakan pekan lalu bahwa mereka sedang dalam tahap akhir pembicaraan dengan perusahaan AS, Johnson & Johnson, untuk mendapatkan vaksin dosis tunggal mereka.

Rencananya, vaksin Johnson & Johnson bakal digunakan pada kelompok yang rentan, seperti para imigran tanpa dokumen. Malaysia akan memberikan dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech dengan selang waktu 21 hari, seperti yang direkomendasikan oleh produsen vaksin itu. (straits times/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2