Waspada
Waspada » PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama Yang Umrah Di Tengah Pandemi
Internasional

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama Yang Umrah Di Tengah Pandemi

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menjadi pemimpin negara pertama di dunia yang melaksanakan Umrah di tengah pandemi Covid-19. Haramain

JEDDAH, Arab Saudi (Waspada): Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menjadi pemimpin negara pertama di dunia yang melaksanakan Umrah di tengah pandemi Covid-19.

Muhyiddin juga dipersilakan memasuki Ka’bah dengan sekeliling Ka’bah dijaga oleh pasukan keamanan Arab Saudi. Itu adalah pertama kalinya seorang tamu diperbolehkan memasuki Ka’bah pada hari tidak resmi selama lebih dari setahun.

Melansir Saudi Gazette, Minggu (7/3/2021), Muhyiddin tiba di Jeddah pada Sabtu. Saat tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Muhyiddin diterima oleh Gubernur Jeddah Pangeran Mishaal Bin Majed.

Kementerian Luar Negeri Malaysia mengumumkan bahwa Muhyiddin akan melakukan kunjungan resmi selama empat hari di Arab Saudi, mulai Sabtu hingga Selasa. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan resmi pertama Muhyiddin ke Arab Saudi sejak menjabat pada 1 Maret 2020.

Kedatangannya kali ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara dan membawanya ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk pembentukan komite strategis tingkat tinggi.

Dalam kunjungan itu akan diagendakan pembicaraan guna meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara. Kerja sama tersebut termasuk di bidang minyak, gas, energi terbarukan, serta dalam Haji dan Umrah.

Selain itu, akan dibahas pula strategi untuk memperkuat upaya dalam memerangi pandemi Covid-19. Pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia juga mengacu pada Visi 2030 oleh Putra Mahkota Muhammed Bin Salman (MBS) yang memperkuat hubungan bilateral “Riyadh-Kuala Lumpur”.

Penguatan hubungan bilateral tersebut akan meningkatkan kerja sama dan koordinasi di bidang baru, termasuk teknologi modern dan bidang inovasi.

Kunjungan tersebut juga bertujuan untuk mencapai kerja sama yang lebih luas dalam mengembangkan smart city dan teknologi kecerdasan buatan. Tak luput, akan dibahas pula mengenai isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama. (Saudi gazette/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2