Waspada
Waspada » PM Malaysia Dikritik Dan Kehilangan Dukungan Akibat Terapkan Darurat Nasional
Internasional

PM Malaysia Dikritik Dan Kehilangan Dukungan Akibat Terapkan Darurat Nasional

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dikritik dan kehilangan dukungan mayoritas di parlemen setelah menerapkan keadaan darurat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Malaysian Insider

KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dikritik dan kehilangan dukungan mayoritas di parlemen setelah menerapkan keadaan darurat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Dilansir The Star, Rabu (13/1/2021), Muhyiddin mengajukan permohonan keadaan daruat ke Raja Malaysia Sultan Abdullah dan disetujui pada Selasa. Anggota parlemen dari Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) Nazri Aziz menolak penerapan keadaan darurat.

Dia menarik dukungan dari koalisi pendukung pemerintah, Perikatan Nasional (PN), beberapa jam setelah pengumuman tersebut. Menurut Nazri, penerapan keadaan darurat sama saja mengakui kekalahan.

“Bagi saya, ketika dia (Muhyiddin) mengajukan permohonan keadaan darurat, berarti dia mengaku kalah dan tidak akan lagi mendapatkan dukungan mayoritas,” kata Nazri.

Keputusan Nazri menarik diri dari PN menyebabkan Muhyiddin kehilangan dukungan mayoritas di parlemen. Pada Sabtu lalu, seorang politikus UMNO lainnya juga menarik dukungan.

Kritikan juga datang dari mantan PM Mahathir Mohamad yang menilai keadaan darurat tidak perlu diterapkan di Malaysia karena semua warga tunduk dengan kebijakan pemerintah.

“Bahkan tanpa keadaan darurat, pemerintah punya kekuatan yang cukup untuk mengendalikan Covid-19. Ketika Anda memberi tahu warga Malaysia untuk isolasi, mereka akan isolasi,” kata Mahathir.

“Minta mereka agar tidak bepergian, mereka tidak bepergian. Minta mereka untuk tinggal di rumah, mereka akan tinggal di rumah,” lanjut politisi gaek itu.

Muhyiddin menyampaikan pidato untuk menjelaskan rincian keadaan darurat, seperti menangguhkan parlemen dan majelis negara sampai status dicabut pada 1 Agustus atau lebih cepat.

Muhyiddin kini hanya mendapat dukungan dari 109 anggota parlemen dari total 220 kursi. Sementara itu banyak politis di pemerintahan Muhyiddin belum bereaksi soal penerapan keadaan darurat.

Namun Presiden Partai Islam SeMalaysia (PAS), yang juga bagian dari koalisi Perikatan Nasional, Abdul Hadi Awang, mendukung kebijakan tersebut. Abdul Hadi menilai langkah itu dibenarkan kaena kesejahteraan masyarakat harus diprioritaskan.

“Fokus kami sekarang adalah mengatasi pandemi Covid-19 dan membantu mereka yang terdampak,” katanya, di Facebook.

Malaysia mencatat rekor penambahan harian kasus infeksi Covid-19 pada Selasa yakni 3.309 orang. Sedangkan rata-rata penambahan harian dalam sepekan terakhir sekitar 2.000 penderita. (the star/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2