Waspada
Waspada » PM Italia Giuseppe Conte Resmi Mengundurkan Diri
Internasional

PM Italia Giuseppe Conte Resmi Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte resmi mengundurkan diri di tengah krisis pandemi Corona. DW

ROMA, Italia (Waspada): Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte resmi mengundurkan diri di tengah krisis pandemi Corona. Conte sudah menyerahkan mandatnya sebagai Perdana Menteri kepada Presiden Itlaia, Sergio Mattarella.

Seperti dilansir AFP, Rabu (27/1/2021), Presiden Sergio Mattarella telah menerima pengunduran Conte. Selanjutnya, pekerjaannya akan diteruskan oleh pemerintahan yang masih menjabat saat ini.

“Berhak untuk memutuskan (apa yang harus dilakukan selanjutnya) dan mengundang pemerintah untuk tetap menjabat sebagai pengurus,” kata Kantor Kepresidenan Mattarella.

Mattarella, penengah utama krisis politik Italia, memutuskan akan memulai putaran diskusi dengan para pemimpin partai dalam perjalanan ke depan terkait pengunduran diri Giuseppe Conte. Pilihan lain untuk memecahkan kebuntuan adalah dengan mengadakan pemilihan cepat, dua tahun lebih awal.

Selanjutnya, Giuseppe Conte pun diperkirakan akan mencari mandat baru untuk pemerintahan ketiganya berturut-turut dalam tiga tahun usai pengunduran dirinya. Namun langkah tersebut sangat bergantung pada kemampuannya untuk memperluas mayoritas parlemennya.

Conte disebut dapat mengandalkan Gerakan Bintang Lima yang populis (5 Star Movement), Partai Demokrat kiri-tengah dan partai Kiri yang lebih kecil, Bebas dan Setara untuk membangun mandat baru. Pihak Gerakan Bintang Lima yang populis juga telah menyatakan akan mendukung Conte.

“Kami tetap di pihak Conte,” kata pernyataan dari para pemimpin partai di kedua majelis parlemen, Davide Crippa dan Ettore Licheri.

Seperti diketahui, koalisi yang berkuasa saat ini di Italia telah tertatih-tatih di tepi kehancuran sejak mantan PM Matteo Renzi menarik partai kecilnya di Italia, Viva, pada 13 Januari lalu.

Conte selamat dari mosi percaya parlemen pekan lalu, tetapi gagal mendapatkan mayoritas di Senat, majelis tinggi, yang membuat pemerintahannya sangat lemah.

Pengunduran dirinya ini juga terjadi menjelang pemungutan suara kunci tentang reformasi peradilan akhir pekan ini, yang menurut para komentator pemerintah kemungkinan akan kalah. (afp/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2