Waspada
Waspada » Pesawat Ukraina yang Jatuh Diduga Tertembak Rudal Iran
Internasional

Pesawat Ukraina yang Jatuh Diduga Tertembak Rudal Iran

Pesawat Ukraina Iran
Lokasi pesawat Ukraina yang jatuh di Teheran, Iran, pada Rabu lalu. AP Photo/Ebrahim Noroozi

OTTAWA, Kanada (Waspada): Negara-negara Barat menuduh Iran sebagai penyebab jatuhnya pesawat penumpang Ukraina di Teheran, Iran, saat lepas landas.

Masalah ini mengemuka setelah Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dalam pernyataannya menyebut pesawat Boeing 737-800 itu ditembak jatuh oleh rudal.

Trudeau mengutip banyak sumber intelijen dalam pernyataannya itu. Keterangannya juga didukung oleh PM Inggris Boris Johnson dan Donald Trump.

Mereka sepakat menyebut bukti-bukti mengarah pada serangan rudal yang ‘mungkin tidak disengaja’.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (10/1/2020), pernyataan Trudeau ini disampaikan saat sejumlah foto tentang insiden itu beredar di media sosial.

Foto-foto itu menunjukkan kesalahan fatal dari sistem pertahanan udara Iran yang menjatuhkan pesawat maskapai Ukraine International Airlines nomor penerbangan PS752 pada Rabu lalu.

Dengan mengutip berbagai informasi intelijen Kanada dan negara-negara sekutunya, Trudeau menyebut bahwa pesawat Ukraina itu terkena rudal darat-udara (SAM) Iran.

“Kami memiliki informasi intelijen dari berbagai sumber termasuk dari sekutu-sekutu kami dan intelijen kami sendiri,” ujar Trudeau, Kamis (9/1/2020) waktu setempat.

“Bukti mengindikasikan bahwa pesawat ditembak jatuh oleh sebuah rudal darat-ke-udara milik Iran. Ini bisa jadi tidak disengaja,” imbuhnya.

Video Amatir yang tak Terverifikasi

Dalam sebuah video amatir terlihat sebuah rudal ditembakkan ke langit Teheran, Iran dan mengenai sebuah objek di udara.

Pada saat bersamaan, sebuah pesawat milik maskapai Ukraina jatuh sesaat setelah lepas landas di Teheran.

Dalam video itu terlihat sebuah kilatan cahaya di tengah langit yang masih gelap, yang bergerak ke kanan dan kiri sebelum akhirnya meledak di udara.

Video amatir itu dikirimkan ke CNN, namun keasliannya masih belum terverifikasi.

Meski demikian, gedung-gedung yang terlihat dalam video itu mirip dengan gedung di wilayah Parand, pinggiran Teheran.

Video itu didapatkan dari seseorang bernama Nariman Gharib yang mengirimkannya kepada CNN dan surat kabar New York Times.

Pihak CNN meminta informasi lebih banyak dari Gharib, termasuk soal siapa yang merekam video itu dan bagaimana dia mendapatkannya. Sejauh ini belum ada respons lanjutan dari Gharib.

Iran ajak Boeing Kerjasama Lakukan Penyelidikan

Menanggapi tuduhan itu, otoritas Iran mengundang pihak Boeing untuk ikut terlibat dalam penyelidikan jatuhnya pesawat tersebut.

“Iran telah mengundang baik Ukraina dan perusahaan Boeing untuk berpartisipasi dalam penyelidikan,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Ditambahkan Mousavi bahwa Iran akan menyambut baik keterlibatan para pakar dari berbagai Negara.

Dia memastikan bahwa penyelidikan akan berlangsung sesuai prinsip-prinsip internasional dan prinsip Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Semula Iran menyatakan tidak akan mengizinkan Boeing untuk terlibat dalam penyelidikan. Otoritas Iran juga sempat menolak untuk menyerahkan kotak hitam pesawat.

Hal itu jelas bertentangan dengan normal internasional untuk penyelidikan kecelakaan udara.

Selain itu, Iran juga mengundang Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) untuk terlibat dalam penyelidikan.

Namun NTSB menyatakan masih akan ‘mengevaluasi level partisipasi’ karena peran-perannya bisa dibatasi oleh sanksi-sanksi AS atas Iran.

Para pejabat AS juga menyampaikan kekhawatiran untuk mengirimkan staf ke Iran karena ketegangan yang masih tinggi antara kedua negara.

176 Penumpang Tewas

Pesawat maskapai Ukraine International Airlines sebelumnya diberitakan jatuh karena kesalahan teknis di bagian mesinnya.

Pesawat saat mengalami kecelakaan membawa 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris.

Diketahui bahwa kecelakaan itu terjadi beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap markas pasukan AS di Irak.

Serangan rudal Iran merupakan balasan atas serangan drone AS pada 3 Januari lalu yang menewaskan Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani. (AFP/AP/CNN/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2