Waspada
Waspada » Pertamakalinya, Infeksi Covid-19 Di Italia Menurun
Internasional

Pertamakalinya, Infeksi Covid-19 Di Italia Menurun

Staf medis di Rumah Sakit Circolo, Varese, Italia, menunjukkan tulisan yang berbunyi “Kita dapat melaluinya”. Italia mengalami penurunan kasus infeksi virus corona untuk pertamakalinya. Reuters

ROMA, Italia (Waspada): Otoritas Italia mengatakan jumlah orang yang secara resmi dinyatakan terinfeksi virus corona di negara tersebut telah menurun untuk pertama kalinya.

Pada Senin (20/4/2020) waktu setempat, terdapat 108.237 orang yang dirawat di rumah sakit atau menjalani pemulihan di rumah, berkurang 20 orang dari hari sebelumnya.

Pemerintah mengatakan penurunan yang kecil namun simbolik itu adalah “perkembangan positif”. Karantina wilayah di Italia berlangsung hingga 3 Mei namun beberapa tempat bisnis telah kembali buka. Pihak berwenang kini tengah mengkaji cara menerapkan social distancing dengan aman.

Italia menyandang jumlah kasus Covid-19 ketiga terbanyak di dunia, setelah Spanyol dan Amerika Serikat. Pada Minggu (19/4), terdapat 486 tambahan kasus positif yang aktif di negara tersebut.

“Untuk pertama kalinya, kita melihat perkembangan baru yang positif: jumlah [kasus] yang positif telah menurun,” kata Kepala Agensi Perlindungan Sipil Angelo Borelli.

Sejauh ini, lebih dari 24.000 orang telah meninggal dunia karena virus corona di Italia, menurut Universitas Johns Hopkins, yang melacak perkembangan penyakit ini di seluruh dunia.

Namun, karena orang-orang yang meninggal di rumah atau fasilitas perawatan tidak disertakan dalam hitungan nasional, banyak yang percaya tingkat kematian dan infeksi yang sebenarnya bisa jadi lebih tinggi dari angka resmi.

Jumlah orang yang saat ini terinfeksi oleh virus corona telah menurun untuk pertama kali; sebuah tonggak penting, meskipun ada fakta bahwa jumlah tes yang dilakukan lebih sedikit dari hari sebelumnya,

Jumlah kasus total, yang termasuk mereka yang mati dan sembuh, meningkat hingga sedikit di atas 1,2%, peningkatan proporsional terkecil sejak wabah dimulai. Namun terdapat 454 kematian – sedikit naik pada laporan hari Minggu. Meskipun jumlah infeksi boleh menyebabkan optimisme, tingkat kematian harian tetap tinggi.

Angka perawatan intensif juga menunjukkan tren menurun, dengan hunian sekarang berada di level terendah dalam sebulan. Italia sama sekali belum bebas dari Covid-19. Tapi negara itu berada di jalan yang benar dan sekarang mereka merasa semua pengorbanan mereka terbayar.

Sementara itu, Prancis menjadi negara terbaru yang mencatat lebih dari 20.000 kematian terkait virus corona, jumlah yang disebut direktur kesehatan negara itu Jerme Salomon simbolis dan menyakitkan.”Malam ini, negara kita melewati tonggak simbolis yang menyakitkan,” ujarnya.

Berbeda dengan Inggris, Prancis memasukkan kematian di rumah jompo dalam hitungan hariannya. Hingga Senin (20/4), ada 20.265 kematian terkait virus di Prancis 12.513 di antaranya di rumah sakit dan 7.752 di panti jompo, kata Salomon. (bbc/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2