Waspada
Waspada » Perawat Muslimah Singapura Bakal Diizinkan Menggunakan Jilbab
Internasional

Perawat Muslimah Singapura Bakal Diizinkan Menggunakan Jilbab

SINGAPURA (Waspada): Singapura sedang membahas rencana membolehkan perawat rumah sakit di negara itu mengenakan jilbab. Perdana Menteri Lee Hsien Loong diperkirakan akan menyampaikan pengumuman itu saat perayaan hari kemerdekaan Singapura pada Agustus mendatang.

Dilansir The Straits Times, Minggu (11/4/2021), dalam unggahannya di akun Facebook, Lee mengatakan dia tengah membahas masalah izin penggunaan jilbab bagi perawat muslimah dengan para pemimpin agama serta komunitas Melayu.

“Posisi pemerintah tentang jilbab tidak belum tetap. Sikap, nilai, dan pandangan masyarakat telah berkembang secara alami dari waktu ke waktu. Dalam lingkungan sosial dan pekerjaan, jilbab sekarang lebih umum. Ada alasan untuk mengizinkan perawat muslimah mengenakan jilbab jika mereka ingin,” kata Lee.

Lee mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan kebijakan baru ini dalam beberapa waktu. “Kami diam-diam terlibat dan berkonsultasi dengan tokoh masyarakat. Namun kami masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan landasan sebelum mengambil keputusan,” ujarnya.

Lee mengatakan pemerintah harus memastikan bahwa warga Singapura, baik Muslim maupun non-Muslim, siap menerima langkah tersebut.

“Setiap warga harus memahami bahwa ini penyesuaian yang memerlukan kehatian-hatian, bukan perubahan besar-besaran. Mereka juga harus menyadari di mana batasannya agar kita tidak merusak kerukunan umat beragama,” tuturnya.

Lee telah meminta para pemimpin masyarakat untuk membantu menyelesaikan proses ini.  “Saya bermaksud menyampaikannya pada Parade Hari Nasional tahun ini pada Agustus,” katanya, menutup postingan di Facebook.

Menurut laporan The Straits Times, Lee mempertimbangkan perubahan di Singapura mengenai maraknya penggunaan jilbab dalam lingkungan pekerjaan.

Jilbab kini lebih umum digunakan bukan hanya di lingkungan sosial. Sebenarnya rencana untuk mengizinkan perawat mengenakan jilbab sudah dipertimbangkan sejak lama. Lee terakhir membahas ini pada 2014. (straits times/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2