Pengunjung Asing Masjidil Haram Bertambah Di 10 Hari Terakhir Ramadhan - Waspada

Pengunjung Asing Masjidil Haram Bertambah Di 10 Hari Terakhir Ramadhan

  • Bagikan
Jamaah melaksanakan shalat berjamaah di Masjidil Haram. Otoritas Arab Saudi memperkirakan jumlah pengunjung asing yang mendatangi masjid suci itu meningkat selama 10 hari terakhir Ramadhan. Haramain Info

RIYADH, Arab Saudi (Waspada): Otoritas Arab Saudi memperkirakan jumlah pengunjung asing yang mendatangi Masjidil Haram selama 10 hari terakhir Ramadhan akan terus bertambah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdulfattah Mashat mengatakan, para pengunjung asing itu masuk Saudi untuk melakukan umrah selama 10 hari terakhir Ramadhan atau sekadar beriktikaf.

Dilansir laman Al Arabiya, Minggu (2/5/2021), setiap tahun jamaah umrah dari banyak negara membanjiri Masjidil Haram selama Ramadhan, namun selama pandemi jumlahnya merosot karena perizin yang ketat.

Ada beberapa perusahaan khusus di bidang umrah yang mendatangkan jemaah umrah dari luar negeri. Mereka telah mengantongi izin khusus dari Kementerian Haji dan Umrah untuk mendatangkan jamaah di masa pandemi Covid-19 ini.

Jamaah umrah melakukan tawaf di Masjidil Haram. Otoritas Arab Saudi memperkirakan jumlah pengunjung asing yang mendatangi masjid suci itu meningkat selama 10 hari terakhir Ramadhan. Haramain Info

Lebih lanjut Mashat memperingatkan agar jemaah tidak berurusan dengan situs online atau situs web yang mengklaim bisa mengeluarkan izin umrah maupun sekadar berkunjung untuk melakukan salat lima waktu di Masjidil Haram. Kementerian memantau terus situs web yang mengeluarkan izin ilegal tersebut.

“Berhati-hatilah, jangan pernah berurusan dengan mereka. Sangat berbahaya, Anda mungkin memberikan data pribadi kepada seseorang yang tidak Anda kenal,” kata Mashat, kepada stasiun televisi Al Akhbariya.

Dia menambahkan, penerapan protokol kesehatan tetap menjadi perhatian utama selama pandemi.  “Kami telah mendirikan sejumlah pos di sekitar Masjidil Haram di Makkah yang dikenal dengan ‘Pusat Perawatan’,” tuturnya.

Mereka memberikan layanan langsung serta izin umrah maupun salat kepada pengunjung yang baru tiba di Saudi serta memastikan mereka mengikuti semua protokol kesehatan dan tindakan pencegahan. (al Arabiya/m11)

  • Bagikan