Waspada
Waspada » Pengungsi Akan Kembali Serbu Eropa
Internasional

Pengungsi Akan Kembali Serbu Eropa

Sejumlah pengungsi di perbatasan Pazarakula, Turki, berjalan menuju Yunani, Minggu. AP

BERLIN, Jerman (Waspada): Menurut Badan Penjaga Pantai dan Perbatasan Eropa (Frontex), situasi di perbatasan Turki-Yunani akan meningkat tajam dalam beberapa hari mendatang.

“Akan sulit untuk menghentikan arus massa yang telah dalam perjalanan,” demikian menurut laporan internal Frontex, seperti dikutip harian Jerman, Die Welt. “Karena itu, dalam beberapa hari mendatang, tekanan diperkirakan akan meningkat – bahkan jika pemerintah Turki melakukan tindakan untuk mencegah massa menyeberangi perbatasan.”

Menyusul pengumuman Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membuka perbatasan ke Uni Eropa (UE), ribuan pengungsi diberitakan telah berusaha memasuki wilayah Eropa Barat.

Menurut PBB, sekitar 13.000 perempuan, laki-laki dan anak-anak saat ini berada di perbatasan antara Turki dan Yunani dan menderita kedinginan. Turki telah menyatakan pada akhir pekan bahwa sebagian besar dari mereka telah melintasi perbatasan.

Frontex menyatakan, tingkat kesiagaan di sepanjang perbatasan Uni Eropa dengan Turki saat ini berada dalam level yang “tinggi”. Yunani juga semakin memperkuat unit pengamanan di sepanjang perbatasan dengan Turki – dan menyatakan tingkat kesiagaan tertinggi di perbatasannya.

Pemerintah di Athena juga menuduh Turki telah memberikan informasi yang salah kepada para pengungsi agar mereka bergerak menuju Yunani dan Uni Eropa.

Pada Minggu (1/3), polisi Yunani diberitakan menggunakan water cannon dan gas air mata untuk mencegah orang-orang melintasi perbatasan. Menurut laporan media, para pengungsi membalas dengan melemparkan batu dan benda lain ke arah polisi. “Berita yang beredar di media sosial meningkatkan kemungkinan adanya pergerakan massa dari Turki ke perbatasan Uni Eropa,” kata laporan Frontex.

Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengatakan negaranya tidak akan menerima permohonan suaka baru dalam sebulan ini. Selain itu, sejak Minggu malam, baik militer maupun kepolisian Yunani juga berada dalam tingkat siaga tertinggi, demikian menurut juru bicara pemerintah Yunani di televisi milik pemerintah.

Komisaris Migrasi Uni Eropa, Margaritis Schinas, tiba di Berlin pada Senin (2/3) untuk membahas masalah ini. Diharapkan juga akan ada koordinasi antara menteri dalam negeri dan luar negeri di tingkat Eropa pada minggu ini. Seorang juru bicara Uni Eropa mengatakan, Brussel terus berhubungan dengan pihak berwenang Turki.

Turki telah menampung sekitar 3,6 juta pengungsi dari Suriah. Dalam perjanjian terkait pengungsi dengan Uni Eropa pada tahun 2016, Turki sebenarnya setuju untuk menangani migrasi ilegal.

Perjanjian tersebut juga menetapkan bahwa Uni Eropa dapat mengirim kembali semua pengungsi dan imigran yang secara ilegal datang ke pulau-pulau milik Yunani lewat Turki. Sebagai imbalannya, Uni Eropa secara teratur menerima pengungsi Suriah dari Turki. (dpa/afp/epd/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2