Waspada
Waspada » Penembakan Di Thailand Dipicu Oleh Jual-Beli Rumah
Internasional

Penembakan Di Thailand Dipicu Oleh Jual-Beli Rumah

Thailand berkabung atas penembakan brutal yang menewaskan 29 orang. AP

BANGKOK, Thailand (Waspada): Penembakan brutal yang dilakukan Sersan Mayor Jakraphanth Thomma di Kota Nakhon Ratchasima (Korat) ternyata dipicu oleh masalah jual beli rumah. Hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha.

“Ini karena masalah personal. Jual beli rumah,” ucap Prayut yang juga merupakan mantan panglima angkatan bersenjata Negeri “Gajah Putih” itu. Prayut menjelaskan, Jakraphanth bertikai dengan kerabat komandan barak, di mana si komandan juga termasuk dalam korban tewas.

Pernyataan tersebut, meski belum bisa dibuktikan kebenarannya, ada kaitannya dengan unggahan yang dibuat Jakraphanth di Facebook. Pada Jumat (7/2/2020), Jakraphanth sempat mengunggah sebuah status dalam bahasa Thailand di mana dia mengecam keberadaan orang tamak.

“Kaya dari hasil menipu. Mengambil keuntungan dari orang lain. Apakah mereka yakin bisa menghabiskan uangnya di neraka?” tanya dia.

Surat kabar Bangkok Post memberitakan, nama komandan yang dibunuh Jakraphanth adalah Kolonel Anantharot Krasae. Total ada 29 orang tewas dan 50 lainnya terluka dalam insiden berdarah itu.

Media setempat menyebut Jakraphanth sebagai sosok dengan kemampuan menembak bagus, dan penggila senjata. Penembakan massal itu terjadi di Distrik Muang Sabtu (8/2/2020) pukul 15.30, di mana dia menembaki kuil dan pusat perbelanjaan.

Setelah itu Jakraphanth masuk ke mall Terminal 21, dan dikepung oleh militer dan pasukan elite kepolisian dalam baku tembak lebih dari 12 jam. Pada pukul 09.00 waktu setempat keesokan harinya, Bangkok mengonfirmasi bahwa prajurit berusia 32 tahun itu telah ditembak mati. (afp/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2