Waspada
Waspada » Penembakan Brutal Di Toko Senjata AS, 3 Tewas
Internasional

Penembakan Brutal Di Toko Senjata AS, 3 Tewas

Polisi berkumpul guna menyelidiki penembakan yang menewaskan 3 orang di sebuah toko senjata di kota New Orleans, Amerika Serikat, pada Sabtu waktu setempat. AP

NEW ORLEANS, AS (Waspada): Seseorang pria tak dikenal tiba-tiba memasuki sebuah toko senjata yang berlokasi di lapangan tembak pinggiran kota New Orleans, Amerika Serikat (AS) dan langsung melepaskan tembakan secara brutal.

Dilansir kantor berita Associated Press, Minggu (21/2/2021), beberapa pelanggan dan karyawan toko senjata melepaskan tembakan balasan ke arah pelaku, menurut rilis dari Kantor Sheriff Paroki Jefferson. Akhirnya, tiga orang tewas termasuk si penembak.

Penembakan itu terjadi pada Sabtu sekitar pukul 14.50 waktu setempat di toko senjata Jefferson Gun Outlet di Metairie, New Orleans, Louisiana, AS. Sheriff Joseph Lopinto mengatakan, penembak awalnya menyerang dua orang di dalam toko senjata tersebut.

Kemudian beberapa karyawan atau pelanggan toko melepaskan tembakan ke arah penembak, baik di dalam maupun di luar gedung. Senjata dan amunisi dipajang di toko tersebut yang menghadap jalan raya utama melalui Jefferson Parish.

Pelanggan yang ingin pergi ke lapangan tembak yang dimiliki toko itu biasanya memutari gedung dan masuk melalui pintu samping. Staf yang bekerja di sana sering kali memakai pistol.

“Kami akan menyelidikinya,” kata Lopinto dalam penjelasan singkat kepada wartawan. Polisi juga belum merinci identitas pelaku, korban tewas, dan korban luka dalam insiden tersebut.

Lopinto mengatakan penyelidikan terus berlanjut karena pihak berwenang berusaha menentukan dengan tepat apa yang terjadi. Tyrone Russell dan Wanetta Joseph yang berada di dalam lapangan tembak mengaku mendengar suara tembakan yang cepat yang berasal dari dalam toko.

Mereka mengatakan suara tembakan terdengar jauh lebih keras daripada tembakan teredam yang biasa mereka dengar di dalam lapangan tembak. “Kami mendengar suara tembakan dan teriakan. Ketika polisi datang, mereka mengawal kami keluar. Saya bisa melihat pecahan kaca di mana-mana,” kata Russell.

Sementara Joseph mengatakan, ketika mendengar suara tembakan, dia dan beberapa orang lain bersembunyi di bawah meja.

“Suaranya sangat keras, hampir seperti bom,” kata Joseph. Seorang instruktur menembak di dalam lapangan tetap membersamai para siswa sementara dua lainnya meninggalkan ruangan dan menuju ke asal suara tembakan.

Russell mengatakan, ketika dia dikawal keluar, dia bisa melihat seorang pria dibaringkan di tempat parkir tidak jauh dari mobilnya yang terkena peluru. Dia juga melihat kaca yang pecah dan beberapa selongsong peluru berserakan di sekitar toko.

Polisi memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencegah penonton mendekat. Ambulans dan banyak kendaraan penegak hukum berkumpul di sekitar TKP. Pihak berwenang tetap berada di tempat kejadian hingga Sabtu malam waktu setempat. (ap/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2