Penembakan Brutal Di AS Tewaskan 2 Orang - Waspada

Penembakan Brutal Di AS Tewaskan 2 Orang

  • Bagikan
Paramedis mengevakuasi korban penembakan yang terluka di sebuah mal di kota Boise, Idaho, Amerika Serikat, pada Senin waktu setempat. Penembakan brutal itu menewaskan dua orang tewas dan melukai empat lainnya. AP

     BOISE, AS (Waspada): Aksi penembakan brutal terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di Amerika Serikat. Dua orang tewas dan empat lainnya terluka, termasuk seorang polisi ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah mal di negara bagian Idaho pada Senin (25/10/2021) waktu setempat.

     Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/10/2021), aparat polisi di Boise dipanggil ke mal dengan laporan “bahwa setidaknya satu orang tertembak dan tewas,” kata kepala polisi kota Boise, Ryan Lee kepada wartawan.

     Para polisi terlibat baku tembak dengan seorang pria yang cocok dengan deskripsi yang diberikan oleh penelepon 911. Seorang polisi terluka akibat tembakan dalam insiden itu.

     Lee mengatakan bahwa seorang tersangka telah ditahan dan “tidak ada ancaman atau bahaya berkelanjutan bagi masyarakat luas dari insiden ini.” Tidak disebutkan identitas tersangka maupun motif penembakan itu.

     “Saat ini kami benar-benar tidak dapat berbicara tentang motivasi apa pun di baliknya, atau apa pun yang dapat mempengaruhi penyelidikan,” katanya.

     Surat kabar The New York Times melaporkan, mal Boise Towne Square merupakan bangunan dua lantai yang terdiri dari lebih dari 150 toko dan restoran.

     Pada 12 Oktober lalu, dua pegawai Layanan Pos Amerika Serikat (USPS) tewas ditembak dalam serangan penembakan di kantor pos Tennessee. Tersangka melepaskan tembakan di East Lamar Carrier Annex di Memphis dan kemudian bunuh diri.

     Inspektur Pos AS Susan Link mengatakan kepada wartawan bahwa kedua korban, serta penembak, adalah pegawai layanan pos. “Tidak ada ancaman yang berkelanjutan,” kata Link.

     Penembakan massal dan kekerasan senjata lainnya adalah masalah besar di Amerika Serikat, masalah yang menurut para pendukung pengendalian senjata dipicu oleh maraknya penggunaan senjata api dan undang-undang senjata yang relatif longgar. (afp/m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *