Penculik 17 Misionaris Di Haiti Minta Tebusan Rp239 Miliar - Waspada

Penculik 17 Misionaris Di Haiti Minta Tebusan Rp239 Miliar

  • Bagikan
Sejumlah warga berunjuk rasa di depan kantor pusat misionaris di Titanyen, Haiti, pada Selasa (19/10/2021) menuntut dibebaskannya 17 misionaris Amerika Serikat dan Kanada yang diculik oleh geng kriminal pada Sabtu pekan lalu. AP

     PORT AU PRINCE, Haiti (Waspada): Geng kriminal di Haiti yang menculik sekelompok misionaris asal Amerika Serikat (AS) dan Kanada meminta uang tebusan sebesar US$1 juta (Rp 14 miliar) per kepala. Ini berarti penculik meminta uang tebusan total US$ 17 juta (Rp 239 miliar) untuk seluruh misionaris yang diculik sejak akhir pekan lalu.

     Seperti dilansir Reuters, Rabu (20/10/2021), Menteri Kehakiman Afghanistan, Liszt Quitel, menuturkan bahwa pembicaraan tengah berlangsung dengan para penculik untuk mengupayakan pembebasan 17 misionaris AS dan Kanada yang diculik oleh geng kriminal bernama 400 Mawozo itu.

     Quitel mengonfirmasi besaran uang tebusan yang diminta penculik. Uang tebusan itu pertama dilaporkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ). “Mereka meminta US$ 1 juta per orang,” ucap Quitel kepada Reuters.

     Media terkemuka AS lainnya, CNN, sebelumnya melaporkan bahwa para penculik telah menghubungi Christian Aid Ministries, organisasi tempat korban bernaung, pada Sabtu (16/10) lalu dan segera melontarkan besaran uang tebusan yang diminta untuk pembebasan mereka.

     Dituturkan Quitel bahwa Kepolisian Haiti dan Biro Investigasi Federal AS (FBI) membantu organisasi itu dalam negosiasi dengan penculik. Sejak penculikan terjadi, menurut Quitel, beberapa kali percakapan telepon telah dilakukan antara penculik dengan organisasi tersebut.

     Christian Aid Ministries yang berbasis di Ohio, AS, ini menyerukan doa untuk ‘otoritas sipil Haiti dan Amerika yang bekerja menyelesaikan situasi ini’.

     Kelompok misionaris yang diculik itu terdiri atas 16 warga AS dan satu warga Kanada, dengan lima orang di antaranya masih anak-anak termasuk seorang bayi berusia 8 bulan.

     Mereka diculik di area bernama Croix-des-Bouquets yang berjarak 13 kilometer dari ibu kota Port-au-Prince, yang didominasi geng 400 Mawozo.

     Secara terpisah, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menuturkan kepada wartawan bahwa pemerintah AS ‘fokus tanpa henti’ pada penculikan dan terus berkomunikasi dengan Kepolisian Haiti dan organisasi misionaris itu.

     “Sangat disayangkan, ini juga mengindikasikan seberapa besar persoalan dan bahwa itu merupakan situasi keamanan yang tidak berkelanjutan,” sebutnya, merujuk pada geng kriminal yang menguasai sebagian Port-au-Prince. (reuters/m11)

  • Bagikan