Pencalonan Anak Muammar Ghaddafi Jadi Presiden Libya Ditolak KPU - Waspada

Pencalonan Anak Muammar Ghaddafi Jadi Presiden Libya Ditolak KPU

  • Bagikan
Saif Al-Islam Gaddafi (duduk kiri), yang merupakan anak dari putra diktator Muammar Gaddafi, ditolak pencalonannya sebagai presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Libya dengan alasan hukum. EPA

     TRIPOLI, Libya (Waspada): Komisi Pemilihan Umum (KPU) Libya pada Rabu (24/11/2021) mengumumkan penolakannya terhadap pencalonan Saif Al-Islam Gaddafi, putra diktator Muammar Gaddafi, sebagai presiden.

     Dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/11/2021), Saif Al-Islam yang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang, termasuk di antara 25 kandidat yang pencalonannya ditolak, kata KPU Libya atau HNEC.

     HNEC menolak pencalonan 25 orang itu dengan alasan hukum serta berdasarkan informasi dari jaksa penuntut umum, kepala polisi, dan kepala departemen paspor, juga kewarganegaraan.

     Pengumuman itu sangat mengejutkan. Karena, Saif Al-Islam yang keberadaannya dirahasiakan selama beberapa bulan, menjadi kandidat kelas berat pertama untuk jadi Capres di Pemilu Libya.

     Dia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Tripoli pada 2017, karena kejahatan yang dilakukan selama pemberontakan yang menggulingkan Muammar Gaddafi. Saif Al-Islam kemudian diampuni oleh pemerintahan saingan di Libya timur.

     Pada Juli, Saif Al-Islam tiba-tiba muncul dan mengatakan kepada surat kabar The New York Times bahwa dia merencanakan kembali turun gunung di politik.

     Dalam wawancaranya dengan surat kabar terkemuka Amerika Serikat itu ia mengatakan keinginannya memulihkan persatuan yang hilang di Libya setelah satu dekade kekacauan.

     KPU Libya pada Selasa (23/11/2021) mengatakan, ada total 98 kandidat, termasuk dua perempuan, yang mendaftar jadi calon presiden untuk Pemilu yang akan digelar pada 24 Desember mendatang.

     Pemilu Libya digelar ketika negara kaya minyak itu berusaha membuka lembaran baru setelah satu dekade kekerasan, sejak pemberontakan yang didukung NATO menggulingkan dan membunuh Muammar Gaddafi pada 2011. (afp/m11)

  • Bagikan