Pemerintah Saudi izinkan Shalat Idul Adha Di Masjid - Waspada
banner 325x300

Pemerintah Saudi izinkan Shalat Idul Adha Di Masjid

  • Bagikan
Foto: Pemerintah Arab Saudi tahun ini hanya mengizinkan 30% warganya untuk berhaji, sisanya merupakan warga Negara asing. Saudi Gazette

MADINAH, Arab Saudi (Waspada): Shalat Idul Adha seharusnya hanya dilakukan di masjid dan tidak dilaksanakan di tempat terbuka.

Hal ini dilakukan sehubungan dengan adanya pandemi virus corona atau Covid-19, menurut sebuah surat edaran dari Kementerian Urusan Islam Kerajaan Arab Saudi.

Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Arab Saudi, Syekh Abdullatif Al-Sheikh pada Senin lalu mengarahkan cabang-cabang kementerian di semua wilayah kerajaan.

Seperti dilansir dari Al Arabiya, Selasa (14/7), agar mereka menyetujui diadakannya sholat Idul Adha hanya di masjid-masjid megah dan normal yang telah disetujui untuk menjadi tuan rumah para jamaah.

Kementerian Urusan Islam telah mengintensifkan upayanya dalam beberapa pekan terakhir melalui saluran yang berbeda. Supaya semua orang meningkatkan kesadaran mengikuti protokol kesehatan karena keadaan sekitar masih pandemi Covid-19.

Shalat Idul Fitri sebelumnya pada Mei dilakukan di rumah ketika masjid dan tempat ibadah di Arab Saudi ditutup karena Covid-19. Arab Saudi membuka kembali masjid pada 31 Mei 2020 karena pembatasan perlahan-lahan dicabut di seluruh wilayah kerajaan.

Keputusan untuk membuka kembali masjid datang sebagai bagian dari rencana bertahap kerajaan untuk meredakan pembatasan. Sehingga akhirnya masyarakat bisa kembali ke kondisi normal.

Sejak 31 Mei 2020, 90 ribu masjid telah didesinfeksi dan dipersiapkan untuk menyambut kembali jamaah. Idul Adha diperkirakan akan jatuh pada 31 Juli 2020, ini diumumkan seorang anggota Uni Arab untuk Ilmu Astronomi dan Antariksa awal bulan Juli.

Kasus Covid-19 terkendali dan stabil

Sementara itu, Saudi pada Selasa (14/7) mencatat sebanyak 2.692 kasus baru Covid-19 dan tingkat pemulihan terbesar dari 7.718 kasus. Ada juga tambahan 40 kematian karena komplikasi Covid-19, sehingga menambah jumlah kematian menjadi 2.283.

Dilansir dari Saudi Gazette, Arab Saudi saat ini memiliki 237.803 total kasus yang dikonfirmasi, tertinggi di wilayah GCC. Namun, tingkat pemulihan Kerajaan berada di 75 persen dengan 177.560 orang telah pulih pada 10 Juli.

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Dr. Muhammad Al-Abdel Ali, jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di Arab Saudi telah stabil dalam beberapa hari terakhir.

Ada juga penurunan 1,5 persen dalam kasus-kasus kritis selama seminggu terakhir, Dr. Al-Abdel Ali menambahkan pada briefing hariannya. “Kami telah melihat kontrol dan stabilitas dalam jumlah kasus selama tujuh hari terakhir,” kata juru bicara itu. (al Arabiya/m11)

 

  • Bagikan