Waspada
Waspada » Pemerintah Arab Saudi Tangkap Ratusan Orang Terkait Korupsi
Internasional

Pemerintah Arab Saudi Tangkap Ratusan Orang Terkait Korupsi

RIYADH, Arab Saudi (Waspada): Otoritas anti-korupsi Arab Saudi menangkap setidaknya 241 orang, termasuk di antaranya pegawai dari beberapa kementerian, atas dugaan terlibat dalam korupsi.

Dalam sebuah pernyataan, Otoritas Pengawasan dan Anti-Korupsi (Nazaha) menerangkan, terdakwa termasuk pegawai dari kementerian dalam negeri, kesehatan, urusan kota, pedesaan dan perumahan, pendidikan, dan sumber daya manusia dan pembangunan sosial, adat istiadat, dan distribusi.

Dilansir Al Jazeera pada Selasa (16/3/2021), tuduhan yang dijatuhkan terhadap para tersangka antara lain terkait penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan, dan pemalsuan.

Mereka ditangkap dalam 263 razia pemeriksaan yang dilakukan oleh tim Nazaha selama sebulan terakhir. “Penangkapan para tersangka, baik warga negara maupun ekspatriat, dilakukan setelah menyelidiki dugaan peran 757 orang,” kata Nazaha.

Menurut pihak Nazaha, prosedur hukum sedang diselesaikan sebelum merujuk mereka ke pengadilan. Dalam beberapa tahun terakhir, pihak berwenang telah memberantas korupsi di Arab Saudi sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia Arab.

Januari lalu, 32 orang ditangkap setelah penyelidikan transfer ilegal 3,1 miliar dollar AS (Rp 44,6 triliun) ke luar negeri.

Menurut Nazaha, pegawai bank di Bank Sentral Saudi dilaporkan menerima suap dari sekelompok ekspatriat dan pengusaha yang terorganisasi. Mereka diminta menerima simpanan dari sumber yang tidak dikenal dan kemudian mentransfer uangnya ke luar negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi terbilang gencar meluncurkan upaya untuk memberantas korupsi. Pada Januari lalu misalnya, Kerajaan membekuk 32 orang setelah melakukan penyelidikan masif soal transfer ilegal ke luar negeri dengan nilai mencapai USD3,1 miliar (Rp44,7 triliun).

Saat itu, di antara yang ditangkap adalah sejumlah pegawai di Bank Sentral Saudi. Mereka diduga menerima suap dari sekelompok ekspatriat dan pengusaha untuk menerima simpanan dari sumber yang tidak dikenal dan kemudian mentransfer uangnya ke luar negeri. (al Jazeera/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2