Waspada
Waspada » Pemberontak Houthi Bebaskan Ratusan Sandera, Termasuk 15 Tentara Saudi
Internasional

Pemberontak Houthi Bebaskan Ratusan Sandera, Termasuk 15 Tentara Saudi

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki Al Maliki. MEO

RIYADH, Arab Saudi (Waspada): Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan bahwa 15 tentara Saudi akan dibebaskan oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman.

Seperti dilaporkan televisi lokal Saudi, Al Akhbariya TV dan dilansir Xinhua News Agency, Senin (28/9/2020), pembebasan ini menjadi bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung koalisi Saudi.

Kedua pihak yang berkonflik di Yaman ini pada Minggu (27/9/2020) waktu setempat menyepakati untuk membebaskan 1.081 tahanan dan narapidana pada tahap awal perundingan di Swiss.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki Al Maliki, menuturkan dalam konferensi pers di Riyadh bahwa pemerintah Yaman akan membebaskan 681 tahanan dan kelompok Houthi akan membebaskan 400 tahanan lainnya.

Lebih lanjut, Al Maliki menyatakan bahwa prioritas utama koalisi pimpinan Saudi adalah membebaskan para tahanan secepat mungkin. Dia membeberkan bahwa dari 400 tahanan yang akan dibebaskan Houthi, terdapat 15 tentara Saudi dan empat warga Sudan di antaranya.

Disebutkan juga oleh Al Maliki bahwa operasi pertukaran tahanan di Yaman ini akan dilakukan di bawah pengawasan Komisi Palang Merah Internasional.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, mengumumkan tentang perjanjian pertukaran tahanan terbesar di Yaman. Langkah ini pun mendapatkan sambutan baik oleh Arab Saudi.

“Saya diberi tahu bahwa sangat jarang pembebasan tahanan dalam skala ini selama konflik, yang sebagian besar terjadi setelah konflik,” kata utusan PBB Martin Griffiths di desa Glion, Swiss, tempat kesepakatan itu diumumkan.

Arab Saudi menyambut baik perjanjian itu sebagai langkah menuju solusi politik yang komprehensif dan meminta Houthi untuk tidak merusak upaya Griffiths.

“Tujuan di balik perjanjian ini adalah murni kemanusiaan. Ini juga akan membangun basis yang kokoh untuk dialog dan untuk mencapai solusi politik yang komprehensif,” kata Kolonel al-Malki.

Koalisi pimpinan Saudi meluncurkan operasi militer dalam konflik Yaman sejak tahun 2015 untuk mendukung Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi. (afp/Xinhua/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2