Waspada
Waspada » Pemakaman Wali Kota Seoul Diprotes
Internasional

Pemakaman Wali Kota Seoul Diprotes

Upacara pemakaman Park Won-soon, wali kota Seoul yang bunuh diri setelah dituduh melakukan pelecehan seksual, Senin (13/7/2020). Korea Times

SEOUL, Korea Selatan (Waspada): Upacara pemakaman Wali Kota Seoul, Korea Selatan, Park Won-soon, yang bunuh diri setelah dituduh melakukan pelecehan seksual, digelar pada Senin (13/7/2020) waktu setempat.

Namun, ada petisi yang menentang acara pemakaman yang dikelola pemerintah Kota itu. Park adalah mantan pengacara hak asasi manusia (HAM) sekaligus tokoh penting di partai Demokrat yang berkuasa di Korea Selatan selama hampir satu dekade.

Park ditemukan tewas di pegunungan Jumat (10/7), sehari setelah mantan sekretarisnya mengajukan pengaduan polisi terhadapnya atas dugaan pelecehan seksual.

Terlepas dari kontroversi atas kematiannya, pemerintah Kota Seoul menyelenggarakan acara upacara pemakaman selama lima hari untuk Park – dua hari lebih lama dari ritual normal Korea, yang dimulai pada hari kematian – dan mendirikan sebuah altar peringatan di luar City Hall.

Lebih dari 20.000 orang datang untuk memberikan penghormatan selama masa berkabung. Pada hari Senin (13/7), putrinya mengatakan, “Saya bisa merasakan kegembiraan ayah ketika saya bertemu warga satu per satu.”

Namun, sebuah petisi online di situs web presiden yang menentang upacara itu, telah mendapatkan lebih dari 500.000 tanda tangan dukungan.

“Apakah publik harus menonton pemakaman mewah lima hari politisi yang berkuasa yang merenggut nyawanya sendiri (bunuh diri) atas tuduhan pelecehan seksual?” tanya petisi itu. “Pesan macam apa yang coba dikirim ini?” lanjut pesan itu.

Park sejauh ini adalah politisi paling terkenal yang terlibat dalam kasus pelecehan di Korea Selatan–sebuah masyarakat yang sangat patriarki. Namun, gerakan #MeToo yang menggerakkan korban-korban pelecehan seksual, kini juga muncul di Korsel.

Sementara itu, Presiden Korsel Moon Jae-in mengirim bunga ke pemakaman dan kepala stafnya menghadiri acara secara pribadi, seperti halnya pejabat senior lainnya dari partai Demokrat. Setelah itu tubuh Park dikremasi dan dibawa ke kota kelahirannya di provinsi Gyeongsang Selatan.

Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Park secara otomatis akan ditutup. Namun, para pendukung Park berusaha mencari wanita yang melaporkan kasus itu dan akan menyalahkannya atas kematian Park.

Sementara itu, kritik atas acara pemakaman Park juga datang dari koran lokal. “Adalah dipertanyakan apakah pemakaman kota adalah langkah yang tepat,” kata editorial yang dibawa oleh Korea Herald. Upacara resmi “memberi kesan bahwa Park pantas dihormati dan terlihat tidak bersalah”, katanya menambahkan.

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2