Pelantikan Biden-Harris Hanya Akan Dihadiri 1.000 Orang - Waspada

Pelantikan Biden-Harris Hanya Akan Dihadiri 1.000 Orang

  • Bagikan
Upacara pelantikan Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden dan Wapres Kamala Harris di luar Gedung Capitol pada 20 Januari 20201 mendatang hanya akan dihadiri kurang lebih 1.000 orang, mengingat pandemi. NYT

WASHINGTON, AS (Waspada): Panitia kongres yang menyelenggarakan upacara pelantikan Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden dan Wapres Kamala Harris menegaskan undangan akan berkurang drastis dibandingkan acara serupa di luar pandemi Covid-19.

Komite Kongres Bersama untuk Upacara Pelantikan mengumumkan bahwa acara tersebut hanya akan membagikan 1.000 tiket, masing-masing untuk 535 anggota Kongres dan satu tamu. Proses pelantikan rencananya akan dilakukan pada 20 Januari di luar Gedung Capitol.

Jumlah tersebut menurun drastis dibandingkan pelantikan presiden yang dihadiri oleh 200 ribu undangan dari anggota Kongres dan konstituen mereka.

Ketua Komite Senator Roy Blunt, R-MO mengatakan jumlah tiket yang diundang untuk menghadiri pelantikan berkurang drastis karena muncul kekhawatiran terjadi lonjakan infeksi corona ketika warga berkerumun.

“Ini keputusan sulit untuk membatasi undangan pada upacara pelantikan presiden ke-59 bagi mereka yang ingin menyaksikan langsung di seluruh negeri,” ujar Blunt dalam sebuah pernyataan seperti mengutip Associated Press.

Komite pelantikan Biden yang bekerja dengan komite kongres, sejauh ini telah meminta para pendukung untuk tidak datang ke Washington demi melihat langsung prosesi bersejarah tersebut. Alih-alih datang ke Gedung Putih, tim Biden berencana menyaksikan perayaan pelantikan di rumah.

“Kami tahu bahwa banyak orang Amerika ingin menghadiri pelantikan secara lansgung. Pada saat yangs ama, keselamatan harus menjadi prioritas utama kami,” kata Senator Amy Klobucher, anggota komite pelantikan Biden sekaligus politisi Demokrat dari Minnesota dalam pernyataannya.

“Sementara pandemi telah memaksa kami untuk membatasi kehadiran secara langsung, itu juga membawa peluang untuk menghormati proses demokrasi dengan cara yang inovatif sehingga orang Amerika di seluruh negeri dapat merasakan pengalaman serupa dari rumah.”

Sejak masa kampanye, tim Biden sebagian besar telah mengadopsi sistem virtual. Dalam sebuah kesempatan, Biden ‘bertemu’ dengan para pendukungnya dari setiap negara bagian.

Nantinya ketika pelantikan virtual, tim yang sama juga akan menggabungkan dukungan dari setiap negara bagian ke dalam satu layar.

Kemenangan Biden dan Harris atas pasangan Donald Trump-Mike Pence kian dikukuhkan dalam pemungutan suara elektoral (electoral college) pada Senin (14/12).

Sekitar 55 pemilih California, negara bagian terbesar di AS berkumpul di Sacramento untuk memilih Biden. Kemenangan ini menjadikan Demokrat melampaui ambang perolehan minimal 270 suara elektoral untuk memperkuat kemenangan. (ap/m11)

 

  • Bagikan