Waspada
Waspada » Pelanggar Semilockdown Singapura Akan Didenda Rp3,4 Juta Di Tempat
Internasional

Pelanggar Semilockdown Singapura Akan Didenda Rp3,4 Juta Di Tempat

Seorang penumpang MRT di Singapura seorang diri di dalam gerbong setelah pemerintah mengeluarkan aturan semilockdown di negara tersebut. Straits Times

SINGAPURA, (Waspada): Singapura mengumumkan akan mengambil tindakan keras terhadap siapapun yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan sejak pemberlakuan circuit breaker alias semilockdown.

Seperti dilansir laman The Straits Times, mulai Minggu (12/4/2020), warga yang tidak patuh akan didenda di tempat sebesar 300 dollar Singapura (sekitar Rp3,4 juta). Tidak akan ada lagi peringatan seperti yang diberikan sejak aturan ini ditetapkan Selasa lalu (7/4/2020) untuk melawan pendemi virus corona.

Tercatat lebih dari 3.000 peringatan keras dan 40 hukuman denda yang dijatuhkan dalam 5 hari terakhir. Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Massagos Zulkifli mengungkapkan kecemasannya terhadap masih banyaknya warga yang tidak menanggapi serius circuit breaker.

Masih banyak warga yang tidak mengindahkan apa yang sudah diperintahkan misalnya dengan tidak melakukan social distancing dan duduk-duduk nongkrong di area terbuka kompleks apartemen tempat tinggal. “Sanksi yang lebih tegas harus diterapkan,” ungkap Massagos pada laman Facebook-nya.

Lebih dari 3.100 petugas akan dikerahkan di seluruh pulau untuk mengawasi gerak-gerik warga yang mencurigakan. Adapun sebelumnya pelanggar pertama kali akan diberikan peringatan.

Pelanggar kedua kali akan didenda 300 dollar Singapura. Jika diulang lagi, yang bersangkutan akan diseret ke pengadilan dengan ancaman denda 10.000 dollar Singapura (atau sekitar Rp112 juta) atau hukuman penjara maksimal 6 bulan, atau kombinasi kedua hukuman.

Kebijakan circuit breaker mewajibkan warga Singapura tetap di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial. Diharapkan peraturan ini akan mengurangi jumlah pasien baru positif Covid-19 yang terus melonjak di bulan April ini.

Singapura memang tengah menghadapi gelombang ketiga Covid-19 yaitu kasus infeksi domestik yang didominasi pekerja konstruksi asing dari Bangladesh. Perkumpulan atau nongkrong sekecil apapun dilarang baik di dalam rumah atau di tempat umum.

Bisnis-bisnis yang tidak esensial harus menghentikan operasionalnya hingga 5 Mei mendatang. Pekerja dan pelajar harus bekerja dan bersekolah dari rumah masing-masing. Penumpang diwajibkan memakai masker jika menggunakan Mass Rapid Transit (MRT). Tidak ketinggalan, makanan yang dibeli dilarang dikonsumsi di tempat dan harus disantap pulang di kediaman masing-masing. (the straits times/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2