Waspada
Waspada » Pelabuhan Beirut Kembali Terbakar Hebat Dan Keluarkan Asap Beracun
Internasional

Pelabuhan Beirut Kembali Terbakar Hebat Dan Keluarkan Asap Beracun

Asap hitam tebal beracun membumbung tinggi dari sebuah gudang penyimpanan yang terbakar hebat di pelabuhan ibu kota Beirut, Lebanon, Kamis waktu setempat. AP

BEIRUT, Lebanon (Waspada): Pelabuhan Beirut, Lebanon, pada Kamis (10/9/2020) waktu setempat, kembali terbakar hebat dan asap dari kebakaran itu disebut sangat beracun.

Kelompok pengawas lingkungan, Greenpeace, memperingatkan penduduk Beirut untuk melindungi diri mereka dari asap beracun. Kebakaran terbaru di pelabuhan Beirut ini dikatakan turut melahap gudang penyimpanan ban.

“Ban yang terbakar menghasilkan banyak partikel halus, asap, dan abu yang kasat mata, tapi juga banyak polutan organik yang mudah menguap dan dapat terhirup bahkan di luar area kebakaran,” kata juru bicara Greenpeace seperti dikutip AFP, Jumat (11/9/2020).

“Asap dapat mengandung senyawa yang sangat beracun dan karsinogenik, karbon hitam dan partikulat lain serta gas asam,” kata mereka memperingatkan.

Sebelumnya tentara Lebanon dan kepala pelabuhan sementara mengatakan, kebakaran yang mengepulkan asap hitam besar di atas Beirut ini terjadi di sebuah gudang zona bebas pelabuhan, yang berisi minyak goreng dan ban.

Gudang itu juga menjadi tempat penampungan bantuan makanan hasil operasi kemanusiaan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk membantu warga kota itu yang menderita pascaledakan dahsyat sebulan lalu.

“Gudang yang terbakar merupakan tempat ICRC menyimpan ribuan paket makanan dan 0,5 juta liter minyak,” kata Direktur Regional ICRC, Fabrizio Carboni, dikutip dari AFP, Jumat (11/9/2020).

Dia menambahkan, kerugian akibat kebakaran masih dihitung, namun yang lebih penting dari itu adalah nasib kelanjutan operasi kemanusiaan di Beirut.

Greenpeace menyarankan semua warga untuk tetap di rumah dan memakai masker, juga menyebarkan nasihat serupa pada kemarin sore dari seorang profesor di Universitas Lebanon.

“Untuk melindungi diri Anda dari asap, harap tutup jendela yang menghadap (lokasi) kebakaran,” tulis spesialis atmosfer kimia Najat Saliba di Twitter. “Jika Adan tidak punya jendela, biarkan plastiknya tetap di atas.”

Pada 4 Agustus Beirut diguncang dua ledakan hebat, yang menewaskan lebih dari 190 orang dan menghancurkan banyak kaca serta jendela bangunan.

Setelah ledakan ratusan ton amonium nitrat itu, Saliba juga mewanti-wanti adanya partikel dan gas beracun dalam asap akibat ledakan tersebut. (afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2