PBB Bentuk Komisi Independen Selidiki Serangan Israel Ke Gaza - Waspada

PBB Bentuk Komisi Independen Selidiki Serangan Israel Ke Gaza

  • Bagikan
Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengadopsi resolusi yang mencakup pembentukan segera Komisi Penyelidikan Independen Internasional untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia Israel. Reuters

JENEWA, Swiss (Waspada): Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengadopsi resolusi yang mencakup pembentukan segera Komisi Penyelidikan Independen Internasional untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia Israel.

Palestina pun menyambut baik langkah tersebut. Resolusi ini diajukan oleh koordinator Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Pakistan, dan Palestina. Ada 24 suara yang mengadopsi , sembilan menolak dan 14 abstain.

Negara-negara yang memberikan suara tidak termasuk Austria, Republik Ceko, Hongaria, Jerman, Malawi, Inggris Raya, dan Uruguay. Alasannya, hal ini akan menjadi penyelidikan berkelanjutan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dilansir kantor berita Anadolu Agency, Jumat (28/5/2021), Komisi akan menyelidiki semua dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia internasional sejak 13 April.

Dan semua akar penyebab ketegangan yang berulang, ketidakstabilan dan berlarut-larutnya konflik, termasuk diskriminasi sistematis dan represi berdasarkan identitas nasional, etnis, ras atau agama.

Resolusi menyerukan kepada semua negara, badan internasional, dan donor lainnya untuk segera memobilisasi dukungan kemanusiaan bagi penduduk sipil Palestina termasuk di Yerusalem Timur.

“Mendesak mereka untuk memenuhi kebutuhan mereka yang ada, dan menyerukan kepada Israel, penguasa pendudukan, untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan itu tanpa halangan,” kata resolusi tersebut.

Perwakilan Palestina di PBB di Jenewa, Ibrahim Khraishi mengatakan, resolusi ini merupakan langkah yang baik untuk mencapai keadilan bagi rakyat Palestina.

“Saya pikir itu akan membentuk mekanisme baru untuk memantau kekuatan pendudukan Israel baik di wilayah itu, Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur. Ini adalah mekanisme yang berkelanjutan, tidak akan diperbarui sampai akhir pendudukan,” katanya.

Duta Besar Israel untuk PBB di Jenewa, Meirav Eilon Shahar mengatakan, Hamas tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan perangnya dan tidak akan menjadi fokus penyelidikan ini.

Sebaliknya, Amerika Serikat sangat menyesalkan keputusan Dewan Hak Asasi Manusia yang membentuk Komisi Penyelidikan terbuka atas kekerasan baru-baru ini antara Israel dan Palestina.

“Tindakan Dewan Hak Asasi Manusia hari ini tidak memberikan kontribusi untuk perdamaian. Mereka tidak akan membantu memberikan solusi yang langgeng untuk tantangan di kawasan, juga tidak memberikan martabat yang lebih besar, kebebasan, atau kemakmuran baik bagi Palestina atau Israel,” katanya. (anadolu agency/m11)

 

  • Bagikan