Waspada
Waspada » Patriot, Partai Baru Yang Disebut Akan Didirikan Trump
Internasional

Patriot, Partai Baru Yang Disebut Akan Didirikan Trump

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut bakal mendirikan partai politik yang bakal dinamai Partai Patriot. Hal ini diungkap oleh seorang sumber kepada Wall Street Journal.

Trump disebut sudah membicarakan idenya kepada sejumlah pembantu dan sekutu setianya. Penamaan Partai Patriot ini bakal sejalan dengan retorika America First, seperti yang sudah didengungkannya sejak 2016.

Niat membentuk partai politik terjadi setelah posisinya di Partai Republik goyah buntut kerusuhan di Gedung Capitol, 6 Januari lalu. Sejumlah petinggi Republikan menyebut, Trump bertanggung jawab atas kekacauan yang menewaskan empat pendukungnya dan seorang polisi itu.

Bahkan sekutu terdekatnya, Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell, melontarkan kritikan keras kepada sang presiden. McConnell menyatakan, perusuh yang menyerang Capitol “diberi makan oleh kebohongan” dan diprovokasi oleh presiden maupun figur kuat lain.

“Mereka menggunakan ketakutan dan kekerasan untuk menghentikan dan membalikkan sertifikat Kongres atas kemenangan Joe Biden,” cetus McConnell. Sebelumnya, Trump yang masih enggan mengakui kekalahan di Pilpres AS 2020 menyerukan pendukungnya untuk menyerbu ibu kota.

Presiden ke-45 AS tersebut selalu menyatakan bahwa kemenangannya yang gilang-gemilang dicurangi, tanpa sekali pun menyertakan bukti klaimnya.

Terlepas dari perseteruan dengan pimpinan Republik, Donald Trump berhasil mempertahankan suara sebagian besar pemilih Republikan. Terutama, mereka yang tidak aktif secara politik sebelum Pilpres AS 2016, sebagaimana diberitakan Deutsche Welle Rabu (20/1/2021).

Dengan sistem politik AS yang selama ini terbagi dua kutub, Demokrat dan Republik, membentuk partai baru bakal menjadi tugas berat baginya.

Meski AS pernah mencatat adanya partai lain, mereka jarang mendapatkan suara yang bisa membuatnya menjadi pemain penting di Pemilu.

Dengan upaya Trump yang bisa memecah suara Republikan, tentu para pemimpin GOP (julukan lain Partai Republik) bakal habis-habisan menentang. (deutsche welle/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2