Waspada
Waspada » Parlemen Setujui Amandemen Konstitusi Putin Bisa Berkuasa Hingga 2036
Internasional

Parlemen Setujui Amandemen Konstitusi Putin Bisa Berkuasa Hingga 2036

Presiden Rusia Vladimir Putin hadir di majelis rendah, Selasa. AP

MOSKOW, Rusia (Waspada): Langkah Vladimir Putin untuk menjabat presiden Rusia lebih lama lagi terbuka lebar. Anggota majelis rendah Duma menyetujui amandemen konstitusi yang memungkinkan Putin mengikuti pemilu kembali setelah jabatannya berakhir pada 2024.

Dalam pidatonya yang mengejutkan kepada anggota Duma, Selasa, Putin mengatakan peluangnya masih terbuka lebar setelah masa jabatannya periode ini berakhir. “Ini menjadi mungkin, jika Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa amandemen seperti itu tidak bertentangan (dengan konstitusi),” katanya, dikutip dari AFP, Rabu (11/3/2020).

Jika disetujui, maka pria yang pertama kali terpilih sebagai presiden pada 2000 itu bisa mencalonkan diri lagi setelah masa jabatan 6 tahunnya berakhir. Dia berpotensi tetap berkuasa hingga 2036. “Amandemen ini sudah lama tertunda dan dibutuhkan. Saya yakin akan bermanfaat bagi masyarakat, bagi warga kita,” katanya.

Dia mengatakan Rusia membutuhkan perubahan yang bukan saja revolusioner, tapi juga evolusioner. Pria 67 tahun itu juga menunjukkan bahwa negara mungkin belum siap untuk pemimpin baru.

Putin muncul di Duma setelah anggota parlemen mengusulkan serangkaian amandemen dalam paket reformasi konstitusi yang dia umumkan pada Januari lalu. Di antara mereka yang mengajukan amandemen adalah Valentina Tereshkova, anggota parlemen yang merupakan perempuan Rusia pertama yang ke luar angkasa.

Tak lama setelah Putin pidato, Wali Mota Moskow melarang warga menggelar pertemuan lebih dari 5.000 orang hingga 10 April. Namun dia membantah aturan itu untuk mencegah demonstrasi menentang sikap majelis rendah, namun terkait kebutuhan untuk memerangi penyebaran virus korona.

Perlawanan datang dalam bentuk unjuk rasa oleh sekitar 100 orang di Moskow, sementara kelompok-kelompok oposisi menyerukan unjuk rasa pada Jumat mendatang.

Putin mengejutkan publik dengan mengumumkan paket reformasi konstitusi pada Januari, perubahan besar pertama terhadap UUD Rusia sejak 1993. Perubahan itu juga memberi kekuatan bagi parlemen untuk memilih pemerintahan eksekutif serta memperkuat peran badan penasihat Dewan Negara. (afp/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2