Pangeran Harry Mengaku Sangat Sedih Tinggalkan Kerajaan - Waspada

Pangeran Harry Mengaku Sangat Sedih Tinggalkan Kerajaan

  • Bagikan
Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle. Daily Mail

LONDON, Inggris (Waspada): Pangeran Harry mengaku sangat sedih ketika dia dan istrinya, Meghan Markle, harus melepaskan gelar kerajaan sebagai bagian dari penyelesaian keluarnya mereka dari Kerajaan Inggris.

Harry dan Meghan memutuskan mengundurkan diri dari kapasitas sebagai anggota “senior” keluarga Kerajaan Inggris. “Ini membuat saya sangat sedih bahwa hal ini terjadi,” kata Harry, dalam pidato publik perdana yang diunggah di akun Instagram pasangan tersebut, seperti dilaporkan AFP, Senin (20/1/2020).

“Harapan kami adalah untuk terus melayani Ratu, persemakmuran, dan asosiasi militer saya, tetapi tanpa dana publik. Sayangnya, itu tidak mungkin,” katanya, kepada para pendukung badan amal yang berbasis di Afrika untuk anak muda pengidap HIV di sebuah acara di London.

Penyelesaian itu membuat Harry dan Meghan kehilangan sokongan dana publik dan harus membayar pajak sebesar 2,4 juta poundsterling (sekitar Rp42 miliar), yang dihabiskan untuk merenovasi rumah mereka di Frogmore Cottage, yang berada dekat Kastil Windsor.

Harry juga dipaksa menyerahkan gelar militer dan perlindungan yang diberikan kepadanya setelah melayani dua tur di Afghanistan bersama Angkatan Darat Inggris. Namun Harry menegaskan dia sangat menghormati Ratu Elizabeth II.

“Merupakan hak istimewa kami untuk melayani Anda (Ratu), dan kami akan terus menjalani kehidupan yang melayani,” ujarnya.

“Saya akan selalu sangat menghormati nenek saya, komandan saya, dan saya sangat berterima kasih padanya dan seluruh keluarga saya, atas dukungan yang mereka tunjukkan pada Meghan dan saya selama beberapa bulan terakhir,” lanjutnya.

Memulai Kehidupan Baru

Dia juga mengisyaratkan beberapa keraguan memulai kehidupan baru jauh dari rumah kerajaannya. Dia dan Meghan akan menghabiskan waktu di Kanada sebelum memutuskan apakah akan pindah ke Amerika Serikat (AS) atau negara lain.

“Kami melakukan lompatan keyakinan -terima kasih sudah memberi saya keberanian untuk mengambil langkah selanjutnya,” katanya. Setelah ini mereka akan memulai kehidupan baru sebagai masyarakat biasa, jauh dari sistem monarki Inggris.

Pengumuman bersejarah dari Istana Buckingham pada Sabtu (18/1/2020) merupakan kepastian dari rentetan perjalan mundurnya Duke dan Duchess of Sussex itu setelah lebih dari sepekan keluarga menggelar pembicaraan intensif. Keduanya resmi mundur sebagai anggota senior kerajaan pada 8 Maret 2020.

Ini berarti cucu Ratu Elizabeth II, Harry, dan istrinya dan Meghan, akan berhenti menggunakan gelar kebesaran kerajaan, hak yang sama menimpa mendiang sang ibunda, Putri Diana, setelah bercerai dengan Pangeran Charles pada 1996.

Selain itu, Istana Buckingham juga menyatakan Harry dan Meghan tidak akan menggunakan gelar HRH (Yang Mulia) karena mereka tidak lagi bekerja sebagai anggota Keluarga Kerajaan. (reuters/afp/daily mail/And)

  • Bagikan