Waspada
Waspada » Pangeran Arab Saudi Terinfeksi Corona, Penyelenggaraan Haji Diragukan
Headlines Internasional

Pangeran Arab Saudi Terinfeksi Corona, Penyelenggaraan Haji Diragukan

Pangeran Faisal bin Bandar

RIYADH, Arab Saudi (Waspada): Salah satu anggota senior kerajaan Arab Saudi yang diketahui merupakan pangeran sekaligus Gubernur Riyadh, Pangeran Faisal bin Bandar, positif terinfeksi virus corona.

Anggota kerajaan tersebut saat ini berada dalam perawatan intensif. Lusinan anggota keluarga kerajaan dari klan Saud itu pun diketahui jatuh sakit. Dokter di salah satu rumah sakit elit yang merawat anggota kerajaan sedang menyiapkan 500 kamar bagi para anggota kerajaan lain dan orang-orang terdekatnya.

Keterangan itu disampaikan oleh pejabat rumah sakit seperti dilaporkan surat kabar The New York Times. “Arahannya adalah harus siap untuk pasien VIP,”tulis operator fasilitas elite Rumah Sakit Spesialis King Faisal dalam surat peringatan yang dikirim melalui email pada Selasa (7/4) malam ke dokter senior. Salinan surat diperoleh The New York Times.

“Kami tidak tahu berapa banyak kasus yang akan kami dapatkan, tetapi waspada,” lanjut isi pesan tersebut. Pesan itu pun menginstruksikan bahwa semua pasien kronis harus dipindahkan secepatnya. Hanya kasus darurat yang akan diterima. Dikatakan setiap anggota staf yang sakit sekarang akan dirawat di rumah sakit umum untuk memberikan ruang di rumah sakit elite itu bagi para bangsawan.

Covid-19 menyerang ke jantung keluarga kerajaan Saudi setelah lebih dari enam pekan  Arab Saudi melaporkan kasus pertamanya. Sebanyak 150 bangsawan di kerajaan sekarang diyakini telah tertular virus. Termasuk anggota keluarga dari cabang yang lebih dekat, menurut seseorang yang dekat dengan keluarga.

Raja Salman telah mengasingkan diri di sebuah istana pulau dekat kota Jeddah di Laut Merah. Sementara itu, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto kerajaan yang berusia 34 tahun, telah pindah bersama para menterinya ke situs terpencil di pantai yang sama dengan raja. Di tempat itu, dia telah berjanji untuk membangun kota futuristik yang dikenal sebagai Neom.

Ibadah Haji Diragukan Terlaksana

Hal ini semakin menguatkan keraguan akan penyelenggaraan haji. Kerajaan Saudi sudah membatasi perjalanan ke negaranya dan menutup Tanah Suci Makkah dan Madinah untuk ibadah umrah. Kebijakan ini dilakukan bahkan sebelum pemerintah kerajaan melaporkan kasus pertamanya pada 2 Maret lalu.

Saat ini, otoritas terkait telah menghentikan jalur perjalanan darat dan udara baik dari dan ke luar negeri. Penutupan jalur juga dilakukan diantara provinsi-provinsi di Arab Saudi.

Pihak kerajaan bahkan sudah memberlakukan jam malam selama 24 jam di 9 kota besar mereka. Pihak berwenang hanya membolehkan perjalanan pendek untuk ke toko obat atau ke toko bahan makanan.

The New York Times juga menulis, Saudi terindikasi akan meniadakan haji tahun 1441 Hijriyah pada musim panas ini. Haji merupakan salah satu ibadah yang menjadi rukun ke lima dari rukun Islam. Penyelenggaraan ibadah haji dihadiri 2,5 juta Muslim di Makkah. Haji diselenggarakan tiap tahun tanpa gangguan sejak 1798 ketika Napoleon menginvasi Mesir.

“Ini menjangkau anggota keluarga (kerajaan), sekarang menjadi isu penting,”kata Kristian Coates Ulrichsen, profesor dari Universitas Rice di Amerika Serikat yang mempelajari tentang Kerajaan Saudi.

Hingga Jumat (10/4/2020), Arab Saudi telah melaporkan 44 kematian akibat virus corona. Kerajaan bahkan sudah mengonfirmasi 3.287 kasus. Meski menekankan agar warganya tinggal di rumah, pejabat kesehatan Saudi mengingatkan jika epidemi baru saja dimulai.

Jumlah kasus terinfeksi dalam beberapa pekan diprediksi melonjak. “Mencapai minimal 10 ribu hingga maksimal 200 ribu kasus,”ujar Menteri Kesehatan Saudi Tawfiq al Rabiah. (new york times/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2