Waspada
Waspada » Nyawanya Terselamatkan, PM Inggris: Saya Berhutang Nyawa Pada Petugas NHS
Internasional

Nyawanya Terselamatkan, PM Inggris: Saya Berhutang Nyawa Pada Petugas NHS

LONDON, Inggris (Waspada): Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memuji Layanan Kesehatan Nasional (NHS) karena telah menyelamatkan hidupnya. Johnson mengatakan dia berutang nyawa kepada petugas medis NHS yang telah merawatnya karena virus corona.

“Saya tidak bisa merasa cukup untuk berterima kasih kepada mereka. Saya berutang nyawa kepada mereka,” ujar Johnson. Pernyataan terima kasih adalah pernyataan publik pertama Boris Johnson sejak dia dipindahkan dari perawatan intensif di Rumah Sakit Santo Thomas, di London pusat.

Sebelumnya, PM Inggris dan pemerintahannya, tengah menghadapi kritik tentang pasokan peralatan pelindung kepada pekerja garis depan. Menyusul kemudian pernyataan Menteri Dalam Negeri Priti Patel yang mengungkapkan penyesalannya karena banyak orang berpikir pemerintah Inggris telah ‘gagal’ melindungi tenaga medis, merujuk pada Alat Pelindung Diri (APD).

Royal College of Nursing (RCN) memberikan tekanan yang lebih besar pada para menteri dengan mendesak anggotanya untuk menolak memperlakukan pasien sebagai “pilihan terakhir” jika peralatan pelindung pribadi yang memadai (APD) tidak dapat disediakan.

Saran itu datang ketika jumlah korban tewas di Inggris mendekati 10.000 orang dan bagian NHS mengonfirmasi kematian lebih banyak petugas kesehatan setelah Menteri Kesehatan Matt Hancock mengeluarkan dana kepada 19 staf NHS yang meninggal karena Covid-19.

Ada pun Priti Patel tampaknya menyarankan PM Johnson untuk tidak segera kembali ke kantor Perdana Menteri. Dia mengatakan, Johnson membutuhkan “waktu dan ruang untuk beristirahat dan pulih.” Sementara itu, diketahui bahwa petugas kesehatan terbaru yang meninggal selama wabah ini adalah Sara Trollope, seorang matron untuk layanan kesehatan mental orang dewasa.

Hingga Minggu, Departemen Kesehatan mengatakan total 9.875 orang telah meninggal di rumah sakit di Inggris setelah dites positif terjangkit virus corona pada jam 5 sore pada Jumat, dan naik 917 dari titik yang sama pada Kamis. (afp/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2