Waspada
Waspada » Najib Terancam Penjara 20 Tahun Lebih Terkait Skandal Korupsi 1MDB
Internasional

Najib Terancam Penjara 20 Tahun Lebih Terkait Skandal Korupsi 1MDB

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak (tengah) tiba di Gedung Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Jumat (5/6/2020). The Star

KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang tersandung kasus korupsi 1MDB, terancam hukuman penjara 15-20 tahun untuk setiap tuduhan.

Dikutip dari kantor berita Reuters Jumat (5/6/2020), pengadilan Malaysia akan memberikan putusannya pada 28 Juli. Namun putusan tersebut baru yang pertama dari beberapa persidangan korupsi yang dihadapi Najib Razak.

Pria 66 tahun yang lengser dari kursi PM Malaysia pada 2018 itu menghadapi puluhan tuduhan kriminal atas penyelewengan dana sekitar US$4,5 miliar (sekitar Rp 62,7 triliun). Uang itu diambil Najib dari dana negara di proyek 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang ia dirikan bersama pada 2009.

Dalam kasus pertama yang dihadapinya, Najib mengaku tidak bersalah atas tujuh tuduhan pelanggaran amanat, pencucian uang, dan penyalahgunaan kekuasaan. Ia dituduh menerima kiriman dana secara ilegal sebanyak 42 juta ringgit (Rp137,2 miliar) dari bekas unit 1MDB SRC International.

Hakim Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali pada Jumat (5/6/2020) menetapkan 28 Juli adalah tanggal untuk mengeluarkan putusannya. Pasalnya, Pengadilan Tinggi perlu mendengarkan argumen dari jaksa penuntut dan pengacara pembela setelah persidangan selama 14 bulan.

Jika dinyatakan bersalah, Najib harus membayar denda besar dan terancam hukuman penjara 15-20 tahun untuk setiap tuduhan. Pengacara pembela mengatakan, Najib ditipu oleh pemodal Malaysia Jho Low dan pejabat 1MDB lainnya.

Mereka disebut membohongi Najib bahwa dana SRC yang disimpan di rekeningnya pada 2014 disumbangkan oleh kerajaan Arab Saudi, bukan penyelewengan dana 1MDB seperti yang dituntut jaksa

Sementara itu Low menghadapi dakwaan di Malaysia dan Amerika Serikat atas dugaan peran sentralnya dalam kasus ini. Dia telah mengklaim tidak bersalah, dan keberadaannya sekarang tidak diketahui. (reuters/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2