Muslim Inggris Diimbau Tetap Divaksin Selama Ramadhan - Waspada

Muslim Inggris Diimbau Tetap Divaksin Selama Ramadhan

  • Bagikan
Muslim di Inggris diimbau agar tetap mau menerima vaksinasi Covid-19 walaupun sedang berpuasa di selama Ramadhan. Getty Images

LONDON, Inggris (Waspada): Para ulama dan pejabat kesehatan di Inggris mendorong umat Muslim agar tetap menerima vaksinasi Covid-19 walaupun sedang berpuasa di selama Ramadhan.

Dilansir BBC, Jumat (9/4/2021), imbauan ini dikemukakan lantaran adanya keyakinan bahwa umat Muslim yang berpuasa selama Ramadhan harus menghindari “apapun yang masuk ke tubuh” sejak subuh hingga maghrib.

Namun, Qari Asim selaku imam di Leeds, mengatakan karena vaksin masuk ke dalam otot alih-alih ke aliran darah vaksin tidak membatalkan puasa. Lagipula, lanjutnya, vaksin mengandung nutrisi.

“Mayoritas cendekiawan Islam berpandangan bahwa menerima vaksin selama Ramadhan tidak membatalkan puasa,” kata Asim yang mengetuai Dewan Penasihat Nasional Masjid dan Imam, kepada BBC.

Dia berpesan kepada komunitas umat Muslim, “Jika Anda memenuhi kriteria untuk mendapat vaksin dan telah menerima undangan, Anda perlu bertanya kepada diri sendiri: apakah Anda akan menerima vaksin yang sudah terbukti efektif atau membiarkan diri Anda berisiko terjangkit Covid, yang bisa membuat Anda sakit sehingga berpotensi kehilangan momen Ramadan, bahkan dirawat di rumah sakit?”

Sejumlah lokasi vaksinasi yang dikelola Layanan Kesehatan Inggris (NHS) di Nottingham dan Brighton memperpanjang waktu layanan sehingga umat Islam dapat datang setelah berbuka puasa.

Akan tetapi, Dr Farzana Hussain, seorang dokter umum senior dari The Surgery Project di bagian timur London, mengatakan umat Muslim tidak perlu menunggu matahari terbenam untuk disuntik vaksin.

“Alquran mengatakan menyelamatkan nyawa adalah hal terpenting: ‘Menyelamatkan satu kehidupan sama dengan menyelamatkan seluruh kemanusiaan’. Karena itu adalah tanggung jawab seorang Muslim yang taat untuk menerima vaksin,” jelas Hussain.

Sejumlah masjid digunakan sebagai lokasi vaksinasi guna meningkatkan jumlah penerima vaksin di kelompok minoritas. Jajak pendapat Ipsos Mori menunjukkan kenaikan dramatis penerimaan vaksin di kalangan etnis minoritas Briton dari 77% pada Januari hingga mencapai 92% pada Maret.

Para responden mengaku telah menerima atau kemungkinan besar akan menerima vaksin. Sebelum pandemi, acara buka puasa bersama kerap diadakan oleh berbagai komunitas Muslim di Inggris. Kini, meski jamuan buka puasa dibolehkan, penerapan protokol kesehatan harus ditegakkan, antara lain jaga jarak.

Asosiasi Medis Islam Inggris (BIMA) telah merilis panduan bagi semua masid selama Ramadhan. Mereka merekomendasikan waktu shalat tarawih diperpendek, ventilasi diperbanyak, dan para imam sebaiknya memakai masker ganda guna melindungi jamaah. (bbc/m11)

  • Bagikan