Waspada
Waspada » Muhyiddin Yassin, Nasionalis Melayu Yang Menjadi PM
Internasional

Muhyiddin Yassin, Nasionalis Melayu Yang Menjadi PM

Muhyiddin Yassin (tengah) diiringi oleh keluarganya bersiap menuju Istana untuk diangkat sumpahnye sebagai perdana menteri Malaysia, Minggu (1/3/2020). AP

KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Pimpinan Partai Bersatu, Tan Sri Muhyiddin Yassin, pada Minggu (01/03/2020), diangkat sumpah jabatannya sebagai Perdana Menteri kedelapan Malaysia.

Upacara sumpah jabatan dilaksanakan untuk kantor Pengangkatan Janji Sumpah dan Sumpah Kerahasiaan sebagai perdana menteri di hadapan Yang di-Pertuan Agong al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin al-Mustafa Billah Shah. Sumpah ini dilakukan pada pukul 10.33 pagi di Istana Nasional Malaysia.

Pria kelahiran Johor 15 Mei 1947 itu lahir dari ayah keturunan Bugis dan ibunya keturunan Jawa. Muhyiddin dikenal sebagai orang yang low profile. Ia merupakan mantan pendukung partai Muslim di Malaysia.

Kini ia menjadi Ketua Partai Bersatu. Muhyiddin pernah menjabat sebagai menteri dalam negeri saat di tengah gejolak politik. Dia berasal dari negara bagian selatan Johor.

Kini dia berhasil mengalahkan Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim dengan membentuk aliansi partai-partai yang didominasi oleh mayoritas Muslim Melayu di negara itu.

Muhyiddin juga dianggap sebagai nasionalis Melayu dan ia pernah menggambarkan dirinya sebagai ‘Melayu pertama’. “Dia seorang administrator yang cakap,” kata Bridget Welsh, seorang ahli Malaysia dari University of Nottingham, mengatakan kepada AFP. Tetapi, Welsh menambahkan, bahwa Muhyiddin adalah ‘pria tanpa mandat’.

Pada tahun 1971 lalu, ia bergabung dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), pemimpin koalisi yang memerintah Malaysia selama enam dekade hingga kekalahannya dua tahun lalu.

Dia adalah menteri utama Johor, dan kemudian bertugas di pemerintah pusat termasuk sebagai menteri olah raga dan menteri pendidikan sebelum ditunjuk sebagai wakil perdana menteri pada 2009 ketika Najib Razak menjadi perdana menteri.

Namun dia kemudian berselisih dengan Najib setelah mengritiknya atas penanganan skandal multi-miliar dolar yang dikaitkan dengan dana negara Malaysia Development Berhad (1MDB) dan dipecat pada 2015. Najib dituduh korupsi dari 1MDB, tuduhan yang berkontribusi terhadap kekalahan dalam pemilihan umum koalisi 2018, dan saat ini sedang diadili.

Muhyiddin kemudian bergabung dengan Partai Bersatu, sebuah kendaraan politik yang didirikan oleh Mahathir, dan membantu mengusir Najib dan UMNO dari kekuasaan. Welsh menilai Muhyiddin orang yang sangat religius, lebih pendiam dan kurang karismatik daripada beberapa politisi Malaysia lainnya.

Namun, banyak pihak yang khawatir bahwa komentar kontroversialnya tentang ras dapat memperburuk hubungan yang sudah tegang antara berbagai kelompok etnis dan agama di negara itu.

Sekitar 60 persen populasi Malaysia adalah Muslim tetapi negara ini juga merupakan rumah bagi etnis Tionghoa dan etnis minoritas India, yang biasanya tidak mengikuti Islam. Koalisinya kemungkinan mengandalkan statusnya sebagai nasionalis Melayu untuk memenangkan suara dengan kelompok mayoritas negara itu.

Pemerintahan sebelumnya dituduh gagal melindungi hak-hak istimewa orang Melayu -yang berkisar dari akses yang lebih baik ke pekerjaan pemerintah dan diskon properti- dan terlalu dipengaruhi oleh politisi etnis Tionghoa. (afp/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2