Waspada
Waspada » Minta Dijauhkan Dari Virus Corona Warga Israel Gelar Doa Massal Di Yerusalem
Internasional

Minta Dijauhkan Dari Virus Corona Warga Israel Gelar Doa Massal Di Yerusalem

Ribuan warga Israel berdoa agar dijauhkan dari virus corona di Tembok Barat, Yerusalem. Minggu. Arab News

YERUSALEM, Palestina (Waspada): Ribuan warga Israel menggelar doa bersama di Tembok Barat, Yerusalem, pada Minggu (16/2/2020), untuk memohon agar dijauhkan dari wabah virus corona serta mendoakan seluruh warga China.

Menurut laporan media lokal, seperti dikutip Associated Press dan Times of Israel Senin (17/2/2020), doa itu digagas oleh sejumlah rabbi dan pemimpin komunitas Yahudi setempat.

Tembok Barat merupakan lokasi yang dihormati oleh umat Yahudi sebagai sisa dari komplek Kuil Kedua yang dihancurkan oleh Romawi pada 70 Masehi. Salah satu situs paling suci bagi umat Islam, Al Haram Asy Syarif, di mana masjid Al-Aqsa dan Kubah Shakhrah berdiri, terletak di atasnya.

Kendati hujan deras, ribuan warga Israel itu tetap berpartisipasi, bersama dengan puluhan warga China yang berada di negara itu. Selain doa-doa bahasa Ibrani, doa dikatakan dalam bahasa Mandarin juga dibacakan.

Selain itu, tanduk domba jantan, yang dikenal sebagai shofar, diledakkan, sebagai tindakan simbolis dalam Yudaisme yang diyakini memohon belas kasihan Tuhan.

Di antara mereka yang ikut dalam doa massal itu adalah seorang warga Yerusalem yang orangtuanya berada di antara mereka yang dikarantina di kapal pesiar di lepas pantai Jepang. Tiga dari 15 penumpang Israel di kapal tersebut didiagnosis virus corona. Sesi doa ini diselenggarakan oleh rabi keagamaan terkemuka Shmuel Eliyahu.

“Orang-orang China perlu tahu bahwa orang-orang Yahudi memikirkan mereka dan berdoa untuk dan bersama mereka,” kata Eliyahu, di acara tersebut, seperti dikutip Times of Israel. “Semoga wabah yang malang ini lenyap dan lenyap dari orang-orang China dan dari seluruh dunia.”

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, warga Israel yang kini berada di atas kapal pesiar yang dikarantina selama dua pekan di lepas pantai Jepang, akan segera dievakuasi.

Virus corona, yang diduga muncul pertama kali di sebuah pasar hewan liar di Provinsi Hubei, China, menewaskan lebih dari 1.700 orang di China. Data terbaru menyebut hingga kini ada 70.000 kasus yang terdeteksi. (ap/toi/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2