Waspada
Waspada » Microsoft Siap Beli TikTok, Trump Minta Jatah
Internasional

Microsoft Siap Beli TikTok, Trump Minta Jatah

WASHINGTON, AS (Waspada): Microsoft akan membeli aplikasi video TikTok untuk cabang Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintah harus mendapatkan “jatah substansial” dari harga jual operasi aplikasi tersebut. Jika tidak, maka TikTok akan dilarang pada 15 September dan tidak ada penjualan.

Seperti dilansir dari Reuters, Senin (4/8/2020), Trump pada Jumat (31/7) lalu mengatakan ia berencana untuk melarang operasi aplikasi video milik China cabang AS itu sesegera mungkin.

Menurut laporan Reuters, pekan lalu beberapa investor menilai TikTok sekitar US$ 50 miliar, angka ini berdasarkan informasi orang-orang yang mengetahui masalah ini.

“Saya memang mengatakan bahwa jika Anda membelinya, berapa pun harganya yang jatuh ke tangan siapa pun yang memilikinya, karena saya rasa itu adalah China pada dasarnya. Saya mengatakan sebagian besar dari harga itu harus masuk ke Perbendaharaan Amerika Serikat karena kami memungkinkan perjanjian ini terjadi,” kata Trump.

Trump kemudian membela upayanya untuk itu. Dia menambahkan “tidak ada orang lain yang akan memikirkannya kecuali saya, tapi itulah cara saya berpikir.”

Nicholas Klein, seorang pengacara di DLA Piper, mengatakan secara umum “pemerintah tidak memiliki wewenang untuk mengambil bagian dari kesepakatan pribadi melalui” Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS), yang merupakan komite antarlembaga yang meninjau beberapa investasi asing di Amerika Serikat.

Tidak jelas bagaimana pemerintah AS akan menerima bagian dari harga pembelian. Trump menambahkan TikTok cabang AS “akan ditutup pada 15 September kecuali jika Microsoft atau orang lain dapat membelinya dan menyelesaikan kesepakatan, kesepakatan yang tepat sehingga Departemen Keuangan… Amerika Serikat mendapatkan banyak uang.”

Juru bicara TikTok pada Senin (3/8) mengatakan bahwa “berkomitmen untuk terus membawa sukacita bagi keluarga dan karier yang berarti bagi mereka yang menciptakan platformnya saat mereka membangun TikTok untuk jangka panjang. TikTok akan ada di AS selama bertahun-tahun yang akan datang.”

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo merujuk WeChat dan aplikasi dari China lainnya pada hari Minggu mengatakan bahwa Trump “akan mengambil tindakan dalam beberapa hari mendatang sehubungan dengan beragam risiko keamanan nasional yang disajikan oleh perangkat lunak yang terhubung dengan Partai Komunis China itu.”

Pejabat AS itu mengatakan TikTok memiliki risiko nasional karena data pribadi yang ditanganinya. CEO TikTok Kevin Mayer mengatakan dalam sebuah posting blog pekan lalu bahwa perusahaan itu berkomitmen untuk mengikuti undang-undang AS dan memungkinkan para ahli untuk mengamati kebijakan moderasi dan memeriksa kode yang menggerakkan algoritmanya.

Trump mengkonfirmasi laporan Reuters hari Minggu (4/8) bahwa ia telah setuju untuk memberikan ByteDance, China waktu 45 hari untuk menegosiasikan penjualan TikTok ke Microsoft. (reuters/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2