Waspada
Waspada » Meski Debat Semrawut, Joe Biden Tetap Ungguli Trump
Internasional

Meski Debat Semrawut, Joe Biden Tetap Ungguli Trump

Petahana Presiden Donald Trump (kiri) dan penantangnya, Joe Biden, saling serang dalam debat pertama calon presiden (Capres) Amerika Serikat yang berlangsung Selasa malam atau Rabu (30/9/2020) pagi WIB, di Case Western Reserve University, Cleveland. Reuters

CLEVELAND, AS (Waspada): Meski debat calon presiden (Capres) Amerika Serikat yang berlangsung di Case Western Reserve University, Cleveland, AS

Selasa malam atau Rabu (30/9/2020) pagi WIB dinilai kacau, Joe Biden mampu mengungguli petahana Presiden Donald Trump dalam polling.

Debat pertama Pilpres AS 2020 Ini merupakan tatap muka pertama Trump-Biden setelah selama kampanye lebih banyak perang kata-kata di media sosial.

Sejak segmen pertama debat, atmosfer sudah terasa panas. Kedua kandidat saling serang mengenai isu yang diangkat yakni penanganan Covid-19, kebijakan ekonomi dan perdagangan, gerakan antirasial, serta perubahan iklim.

Wartawan senior CNN, Jake Tapper, yang juga host acara ‘The Lead with Jake Tapper’, menyebut debat capres perdana ini ‘sangat kacau, bencana total, berantakan’. “Itu adalah debat terburuk yang pernah saya lihat,” ujar Tapper yang juga Kepala Koresponden CNN di Washington ini.

“Faktanya, itu bahkan bukan debat. Itu memalukan dan terutamanya karena Trump menghabiskan seluruh waktu untuk menginterupsi, tidak mematuhi aturan yang dia telah sepakati,” cetusnya.

Penyiar berita CNN lainnya, Wolf Blitzer, melontarkan komentar senada. Dia menilai intonasi dan alur pertukaran argumen dalam debat capres ini merupakan yang paling kacau yang pernah dia saksikan, dan bisa membahayakan keberlangsungan dua debat berikutnya yang dijadwalkan antara Trump dan Biden.

Jajak pendapat setelah debat yang dilakukan SSRS bekerja sama dengan CNN menunjukkan hasil 62 persen responden menilai Biden menguasi debat pertama, sedangkan 28 persen menyebut Trump unggul dari capres Partai Demokrat itu.

Sebelumnya, jajak pendapat pradebat dengan responden yang sama mengunggulkan Biden 56 persen atas 43 persen yang memberi dukungan pada calon petahana.

Polling juga menunjukkan sekitar dua pertiga atau 65 persen jawaban yang diungkapkan Biden dianggap lebih tepat, sedangkan 29 persen menilai jawaban Trump lebih adil. Secara kesuluruhan 69 persen responden menilai ucapan Biden terhadap Trump tepat, sementara 32 persen yang mengatakan serangan Trump pada Biden adil.

Survei ini dirancang untuk mewakili para pemilih terdaftar yang menyaksikan debat pertama. Artinya polling tersebut tidak mewakili pandangan semua orang Amerika.

Para pemilih yang menyaksikan debat lebih partisan daripada orang Amerika Serikat secara keseluruhan, 35 persen diidentifikasi sebagai non-partisan dibandingkan dengan mereka yang partisan sebesar 40 persen.

Polling juga mengungkap penonton debat lebih condong ke Partai Demokrat yang mengusung Biden dengan prosentase 39 persen berbanding 25 persen yang memihak Partai Republik, partainya Trump.

Jajak pendapat CNN dan SSRS dilakukan melalui telepon dan mencakup 568 pemilih terdaftar yang menyaksikan debat pertama. Untuk margin error dalam polling ini kurang lebih 6,3 persen.

Responden awalnya (pradebat) diwawancarai pada tanggal 22-27 September baik melalui telepon atau daring (online), mereka kemudian dipastikan akan menonton debat pertama dan bersedia diwawancarai kembali setelah acara selesai. (cnn/afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2