Waspada
Waspada » Mesir Penjarakan 9 Polisi Karena Penyiksaan Dan Pembunuhan
Internasional

Mesir Penjarakan 9 Polisi Karena Penyiksaan Dan Pembunuhan

Magdy Makin, seorang penjual ikan eceran, tewas di tangan polisi Mesir karena disiksa selama masa penahanan. Daily News Egypt

KAIRO, Mesir (Waspada): Pengadilan Mesir menjatuhkan vonis hukuman tiga tahun penjara kepada sembilan anggota polisi Mesir pada Sabtu.

Dilansir kantor berita AFP, Minggu (13/12/2020), sembilan polisi itu dihukum karena menyiksa seorang penjual ikan hingga tewas.

Penjual ikan beragama Kristen Koptik berusia 50 tahun itu bernama Magdy Makin. Ia ditahan oleh polisi pada November 2016 karena saling ngotot dengan seorang polisi di perumahan kelas menengah Kairo, el-Ameriyah.

Beberapa jam setelah ditahan, mayat Maken dibawa ke rumah sakit dan jasad Maken diidentifikasi memiliki banyak “tanda penyiksaan,” demikian dituturkan pengacara keluarga Maken, Ali al-Halawani kepada Associated Press.

Dalam sebuah laporan autopsi menunjukkan Makin menderita pembekuan darah di paru-parunya akibat tekanan kuat diduga dari seseorang yang berdiri di punggungnya.

Kasus tersebut awalnya melibatkan 10 polisi, namun satu orang dibebaskan. Sembilan orang lainnya diadili atas tuduhan menyiksa Makin hingga tewas serta memalsukan laporan penangkapannya.

Para terpidana, termasuk seorang kapten polisi, pingsan di ruang pengadilan dan beberapa dari mereka menangis sesenggukan setelah hakim menjatuhkan putusan.

Kini para terdakwa mengajukan banding. “Para terdakwa dapat mengajukan banding atas hukuman tersebut,” kata salah satu sumber di Pengadilan Mesir.

Kematian pedagang ikan eceran itu menyulut kemarahan publik atas penyalahgunaan wewenang yang kerap dilakukan kepolisian. Kelompok hak asasi manusia menuduh layanan keamanan Mesir melakukan pelanggaran dan penyiksaan. Tuduhan yang secara sistematis dibantah oleh kementerian dalam negeri.

Kemarahan atas kebrutalan polisi menyulut kerusuhan di negara itu tahun 2011, dan berbagai kelompok HAM mengatakan, perlakuan kejam dan penyiksaan masih banyak terjadi di berbagai penjara Mesir. Tuduhan itu kerap dibantah pemerintah.

Pada Kamis (10/12/2020), jaksa penuntut Italia secara resmi menyelidiki empat aparat keamanan senior Mesir atas dugaan penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan Giulio Regeni tahun 2016. Almarhum Regeni saat itu adalah kandidat Doktor yang sedang belajar di Kairo.

Empat pejabat senior keamanan Mesir itu diselidiki atas dugaan penculikan, dimana seorang diantaranya diselidiki atas dugaan penyiksaan dan pembunuhan, sementara penyelidikan atas pejabat keamanan Mesir lainnya dibatalkan karena kurangnya bukti.

Jaksa penuntut Mesir berkeras pembunuh Regeni masih belum diketahui, sementara otoritas Mesir menduga almarhum Regeni yang merupakan kandidat Doktor Universits Cambridge di Inggris itu adalah korban perampokan biasa. (afp/ap/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2