Merasa Tak Dibela, Trump Kesal Dan Menyendiri Usai Dimakzulkan Lagi - Waspada

Merasa Tak Dibela, Trump Kesal Dan Menyendiri Usai Dimakzulkan Lagi

  • Bagikan

WASHINGTON, AS (Waspada): Situasi di dalam Gedung Putih dipenuhi kemarahan setelah Presiden Donald Trump, dimakzulkan untuk kedua kalinya oleh DPR Amerika Serikat.

Dilansir CNN, Kamis (14/1/2021), Trump dilaporkan sedang kesal karena dia berpikir orang-orang tidak cukup membela dirinya.

Seorang penasihat Gedung Putih yang enggan disebut namanya menuturkan bahwa ‘semua orang marah pada setiap orang’ di dalam Gedung Putih saat ini.

Menurutnya, Trump sedang kesal karena harus membela dirinya sendiri. “Dia dalam kondisi mengasihani diri sendiri,” ujar sumber Gedung Putih tersebut, merujuk pada Trump.

Disebutkan sumber itu bahwa pandangan di kalangan orang dekat Trump meyakini ‘tindakannya mengarah ke sini, bukan orang lain’.

“Dia menghasut massa untuk menyerbu Gedung Capitol untuk menghentikan pengesahan, dia tidak akan menemukan banyak politikus Republikan yang simpatik,” imbuh sumber itu.

DPR AS sepakat memakzulkan Trump dalam voting pada Rabu (13/1/2021) waktu setempat, yang menunjukkan 232 anggota mendukung dan 197 anggota lainnya menolak. Para anggota DPR AS yang menolak itu semuanya dari Partai Republik.

Namun sedikitnya 10 anggota DPR AS dari Partai Republik yang bergabung dengan 222 anggota dari Partai Demokrat yang sepakat memakzulkan Trump untuk kedua kalinya, setelah yang pertama terjadi tahun 2019 lalu.

Dalam pemakzulan pertama tahun 2018, sekutu-sekutu Trump — baik di dalam maupun di luar Gedung Putih — membelanya secara terang-terangan dan mengirimkan poin pembicaraan selama proses pemakzulan berlangsung.

Pada Rabu, Trump harus ‘mengurus’ dirinya sendiri di Gedung Putih, dengan merilis pernyataan yang pertama disampaikan kepada Fox News.

Isi pernyataan itu mengecam kekerasan lebih lanjut, yang diikuti dengan merilis pesan video berdurasi 5 menit yang isinya bertolak belakang dengan pernyataan pertama saat menanggapi rusuh di Gedung Capitol AS pekan lalu.

Ajudan-ajudan Trump bergegas mencari cara untuk merilis pesan video itu, khawatir bahwa video itu akan dihapus oleh platform media sosial.

Diketahui bahwa Trump diblokir dari Twitter, Facebook dan Snapchat usai dia dituduh menghasut perusuh Gedung Capitol AS.

Tidak ada juga upaya terorganisir untuk mengirimkan poin-poin pembicaraan, tidak seperti pemakzulan pertama Trump.

Banyak staf dan pejabat Gedung Putih telah mengakhiri jabatannya atau mengundurkan diri sejak rusuh di Gedung Capitol pada 6 Januari lalu, termasuk orang kepercayaan Trump sejak lama, Hope Hicks.

Satu orang dekat Gedung Putih menuturkan bahwa Trump menyendiri di kediamannya di Gedung Putih. “Dia bersembunyi di kediamannya, itu bukan hal yang baik,” sebut orang dekat tersebut.

“Dia seorang diri, tidak banyak orang yang memberikan gagasan, kapanpun itu terjadi dia menggunakan naluri terburuknya. Sekarang Twitter tidak lagi tersedia, hanya Tuhan yang tahu outlet apa yang akan datang,” imbuhnya. (cnn/m11)

 

  • Bagikan