Waspada
Waspada » Memprovokasi Kekerasan, Facebook, Twitter, YouTube Ramai-ramai Blokir Trump
Internasional

Memprovokasi Kekerasan, Facebook, Twitter, YouTube Ramai-ramai Blokir Trump

Presiden Donald Trump berpidato dan mengecam pengesahan kemenangan Joe Biden di hadapan para pendukungnya, Rabu. AP

WASHINGTON, AS (Waspada): Sejumlah media sosial mainstream secara serentak memblokir akun Presiden Donald Trump menyusul kerusuhan yang terjadi di gedung Capitol Hill yang menelan korban jiwa pada Rabu (6/1/2021) waktu setempat.

Twitter sementara memblokir Trump karena dianggap menyulut kerusuhan di Washington dan mengancam akan memblokir akun presiden 74 tahun itu selamanya.

Sepanjang Rabu Trump terus berkicau tentang adanya kecurangan pada Pilpres AS 3 November lalu. Salah satunya adalah twit tentang klaim ada yang menemukan 50.000 surat suara.

“AS baru saja dibodohi. Proses pemilu kita bahkan lebih buruk dari negara dunia ketiga!” ujar dia di Twitter. Tak pelak, Twitter langsung memberikan tanda pada twit-nya karena dianggap tidak sesuai dengan fakta bahwa Pilpres berlangsung adil.

Tak cukup sampai di situ, taipan real estate itu juga mengunggah kicauan lain yang menyiratkan dukungan bagi ricuhnya demo AS. Dalam twit-nya, Trump memaklumi jika pendukungnya marah dan merangsek ke Gedung Capitol.

“Inilah akibatnya jika kemenangan besar di pemilu yang suci direnggut dari patriot hebat yang diperlakukan tidak adil,” kata dia. Selain itu, dia juga mengunggah video berisi pernyataan bahwa dia memahami jika massa MAGA (Make America Great Again) marah.

Trump juga membagikan postingan yang sama di halaman Facebook-nya. Raksasa jejaring sosial ini tidak tinggal diam dan mengatakan, Trump diblokir di platform selama 24 jam.

“Kami telah menilai dua pelanggaran kebijakan terhadap halaman Presiden Trump yang akan mengakibatkan pemblokiran fitur selama 24 jam, yang berarti dia akan kehilangan kemampuan untuk mengunggah di platform selama waktu itu,” kata Facebook sebagaimana dikutip dari Cnet, Kamis (7/1/2021).

Sementara juru bicara YouTube mengatakan bahwa video Trump juga telah melanggar kebijakan mengenai konten yang menuduh penipuan atau kesalahan yang meluas mengubah hasil Pilpres. (ap/daily mail/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2