Waspada
Waspada » Media Asing Sorot Penangkapan Edhy Prabowo, Disebut Tamparan Bagi Jokowi
Headlines Internasional

Media Asing Sorot Penangkapan Edhy Prabowo, Disebut Tamparan Bagi Jokowi

MEDAN (Waspada): Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi pemberitaan media-media internasional.

Media-media internasional dari Eropa dan Asia itu menyoroti upaya pemerintah Indonesia dalam memberantas praktik korupsi di lembaga negara.

KPK menangkap Menteri Edhy Prabowo bersama beberapa orang lainnya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, setibanya dari Amerika Serikat pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB.

Wakil Ketua KPK, Nurul Gufron telah mengonfirmasi penangkapan Politisi Partai Gerindra itu terkait korupsi ekspor benih lobster (benur). “Terkait ekspor benur. Tadi pagi jam 01.23 WIB di Soekarno-Hatta. Ada beberapa dari KKP dan keluarga yang bersangkutan,” ucapnya.

Berita penangkapan Menteri Edhy Prabowo juga menjadi perhatian media-media luar negeri. Kantor berita yang berbasis di Inggris, Reuters, menulis laporan bertajuk “Indonesian fisheries minister arrested by anti-graft agency.”

Dalam pemberitaannya, Reuters sedikit membahas kebijakan Menteri Edhy Prabowo mencabut larangan ekspor benur yang ditetapkan oleh menteri pendahulunya Susi Pudjiastuti, serta kasus dugaan penyimpangan dalam pemberian izin untuk mengekspor benih lobster.

Media asal Malaysia, Free Malaysia Today, juga menurunkan berita dengan judul yang sama dengan Reuters. Surat kabar nasional Jepang, Nikkei Asia, mempublikasikan artikel berjudul “Indonesia fishries minister arrested on corruption charges.”

Dalam pemberitaannya, Nikkei Asia mengutip pernyataan Ketua KPK, Firli Bahuri, mengenai dugaan kasus yang membelit Edhy Prabowo.  “Dia diduga terlibat dalam korupsi terkait pemberian izin ekspor benih lobster. Dia saat ini tengah dimintai keterangan oleh KPK,” kata Firli seperti dikutip Nikkei Asia.

Surat kabar yang didirikan sejak 1876 itu juga mengulas kembali bagaimana kebijakan Menteri Edhy Prabowo mencabut larangan ekspor benur memicu kontroversi setelah dia mulai menjabat pada Oktober 2019.

Sementara media Australia, Australia Financial Review (AFR) menuliskan judul “Indonesian cabinet minister arrested in corruption probe“. Penulis mengutip pernyataan Wakil Ketua KPK, Nurul Gufron, yang mengonfirmasi penangkapan Menteri Edhy.

AFR beropini penangkapan Menteri Edhy sebagai tamparan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo yang memilih memasukkan Partai Gerindra dalam koalisi pemerintahan–yang pada Pilpres 2019 mengusung Prabowo Subianto sebagai capres lawan Jokowi.

Indonesia–negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara–berada di peringkat 85 dari 198 negara dalam Transparency International Corruption Perception Index pada 2019, meningkat dari urutan 89 tahun sebelumnya. (bs/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2